Pancaroba, Kematian Ayam Meningkat di Banjarnegara
BANYAK AYAM MATI: Peternakan ayam broiler di Saeful Farm di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang.
BANJARNEGARA - Musim pancaroba berpengaruh pada meningkatnya kematian pada peternakan ayam broiler. Cuaca yang tidak menentu berpengaruh pada kondisi ayam. Terlebih ayam broiler yang rentan pada perubahan lingkungan.
https://radarbanyumas.co.id/harga-daging-ayam-dan-telur-naik-pedagang-berharap-pemerintah-pantau-pergerakan-harga-dengan-aktif/
Pengelola Saeful Farm, Tulus Hidayat mengatakan, musim pancaroba berpengaruh pada tingkat kematian ayam. "Musim pancaroba menyababkan banyak ayam ngantuk, kematiannya lumayan tinggi," kata dia, Rabu (11/8).
Saeful Farm yang berada di Desa Kebondalem Kecamatan Bawang ini memelihara hingga 100 ribu ekor ayam broiler. Peternakan ini menggunakan sistem modern close house.
Dia mengatakan, saat ini tingkat kematian ayam mencapai sekitar tiga persen pada usia 17 dan 18 hari.
"Kalau normal sekitar dua persen," jelasnya.
Namun karena populasinya besar, dengan tingkat kematian tersebut ayam yang mati jumlahnya banyak. Dengan usia pemeliharaan lebih dari dua pekan, ayam akan mulai dipanen. Ayam yang ukurannya lebih besar dipanen lebih dulu.
"Seminggu lagi mulai penjarangan," jelasnya.
Sedangkan terkait harga, normal berkisar Rp 19 ribu dan Rp 19.500 per kilogram. "Harga fluktuatif, tiap hari ganti," jelasnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

