Pengabdian Detasemen Tutup Bumi 19 di Banjarnegara, Tersandung Batu Nisan Hingga Jatuh ke Liang Lahat
BANJARNEGARA - Akhir-akhir ini kita sering mendengar raungan sirine sebagai penanda kendaraan emergency ambulance melintas.
Dalam mobil tersebut, terdapat petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dari ujung kaki, hingga ujung rambut.
https://radarbanyumas.co.id/kerahkan-uang-pribadi-para-asn-dan-kodim-bupati-banjarnegara-bagikan-5000-dus-susu/
Mereka itulah tim khusus yang menangani jenazah Covid-19. Mulai dari mensucikan, mengkafani, memasukkan ke dalam peti jenazah, membawa ke makam, hingga memakamkan serta prosesi mendoakan jenazah. Adalah Tim Detasmen Tutup Bumi 19 (Dentum 19).
Ditemui usai melakukan pemulasaraan dan pemakaman jenazah, salah satu tim Dentum 19 RSI Banjarnegara, Gunadi mengatakan, tim Dentum 19 terbentuk sejak awal awal Covid-19 tahun 2020 lalu.
Tim yang semula menangani jenazah biasa, kemudian diberi bekal khusus mengenai pemulasaraan jenazah Covid-19 sesuai protokol kesehatan, yang disesuaikan dengan aturan pemerintah khususnya Kementrian Agama Republik Indonesia.
Tim ini awalnya beranggotakan 15 orang. Namun kini menyusut hanya tiga orang tim inti, dibantu beberapa rekan dari satuan pengamanan, dan cleaning service setempat.
"Beberapa anggota lama ada yang kena Covid, menjadi mudah lelah, banyak istirahat," paparnya.
Menurut Gunadi, saat menjalankan tugas, tim Dentum 19 tidak menemui banyak permasalahan berarti. Namun sering kali pihak keluarga meminta agar didahulukan.
Beberapa pengalaman yang dilaksankaan saat bertugas diantaranya memakamkan jenazah dengan jarak yang terbentang jauh. Misalnya setelah pemakaman di ujung utara Banjarnegara kemudian ke selatan, maupun di ujung barat Susukan maupun ujung Kalibening.
Pengalaman lain, terjatuh ke liang lahat. "Saya pernah saat proses pemakaman kondisi malam hari, gelap minim penerangan agak lelah, tak sengaja jatuh ke liang makam yang disiapkan. Teman yang lain juga beberapa seperti itu," kata Gunadi.
Pengalaman lainnya, kaki tersandung nisan karena minimnya penerangan menuju dan di dalam pemakaman. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

