Banner v.2

Kembali ke Asrama, Santri Wajib Dikarantina di Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom

Kembali ke Asrama, Santri Wajib Dikarantina di Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom

MASUK PONDOK: Santri yang akan masuk Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara menjalani pemeriksaan SWAB Antigen, Minggu (30/5). Pemeriksaan ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pondok pesantren. BANJARNEGARA - Ribuan santri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara menjalani tes kesehatan sebelum masuk pasca libur Lebaran. https://radarbanyumas.co.id/usai-operasi-ketupat-candi-petugas-di-polres-banjarnegara-langsung-diswab/ Protokol kesehatan (prokes) ketat diberlakukan untuk mencegah pesantren dari penyebaran Covid-19 di kalangan santri dan pengasuh. Pengecekan kesehatan dilakukan secara bertahap sebelum santri masuk ruang karantina. Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, KH Chamzah Hasan mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan semua santri sehat. "Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan tidak ada yang reaktif Covid-19,” ungkapnya. Untuk mencegah kerumunan dan karantina lebih optimal, kedatangan ribuan santri ini dijadwalkan dalam empat gelombang. Pada Minggu (30/5), ada 500 santri yang datang dari berbagai kota. Setiba di pesantren, para santri langsung menjalani SWAB Antigen yang dilakukan tenaga medis dari Poskestren dan RSI Banjarnegara. “Semuanya, tanpa terkecuali. Setelah itu mereka karantina,” terangnya. Dikatakan, proses karantina santri berlangsung selama 14 hari di gedung khusus yang disediakan. Setelah masa karantina berakhir, santri baru diperkenankan masuk ke asrama. Selama menjalani masa karantina, santri diberikan kegiatan khusus yang menunjang kesehatan fisik. Diantaranya olahraga dan senam untuk menjaga agar tubuh tetap fit. Tidak hanya SWAB, petugas medis juga memeriksa riwayat perjalanan dan kontak untuk memastikan santri tidak melakukan kontak dengan penderita Covid-19 sebelum masuk pesantren. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: