Banner v.2

Jalur Pucang - Jenggawur Dirigid Beton

Jalur Pucang - Jenggawur Dirigid Beton

RIGID BETON: Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat meninjau rigid beton pada ruas Pucang-Jenggawur, Kamis (22/4). BANJARNEGARA – Jalan di ruas Pucang Kecamatan Bawang-Jenggawur Kecamatan Banjarmangu, kini tengah dirigid beton. Sebelumnya, jalan yang berada di bekas area persawahan ini menggunakan konstruksi aspal. Dengan rigid beton diharapkan jalan akan lebih awet. https://radarbanyumas.co.id/pasar-kota-banjarnegara-yang-terbakar-tidak-harus-dibongkar/ Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, pembangunan jalan sudah lama direncanakan. Namun baru terlaksana pada tahun ini. https://radarbanyumas.co.id/jalan-kota-diaspal-ulang-bupati-banjarnegara-agar-yang-mudik-nikmati-jalan-bagus-saat-idul-fitri/ “Ini kan diaspal terakhir tahun 2017 sebelum kami menjabat, jadi sudah waktunya ditangani. Lagi pula kondisinya memang sudah rusak,” kata dia saat meninjau lokasi, Kamis (22/4). Ruas Pucang-Jenggawur dibangun dengan konstruksi rigid beton. Panjangnya mencapai 1.500 meter dan lebar tujuh meter, dengan ketebalan lebih dari 30 sentimeter. Dari lokasi, mulai terlihat jalan dibangun dengan kokoh, tebal dan mantap. Bupati mengatakan, selain ruas ini, ada beberapa ruas penting yang siap dibangun. Antara lain ruas Plorengan–Simego sepanjang lima kilometer yang kondisinya sudah parah, dan Jembatan Plipiran di batas Madukara-Pagentan. "Plorengan-Simego kami pastikan segera ditangani. Itu merupakan akses penting yang menghubungkan dengan Pekalongan. Adapun Jembatan Plipiran merupakan akses ekonomi dan wisata ke Dieng lewat jalur Pagentan," jelasnya. Kabid Bina Marga DPUPR Banjarnegara M. Arqom Al Fahmi mengatakan, pembangunan jalan Pucang-Jenggawur masuk dalam kegiatan peningkatan jalan se kecamatan Bawang dengan anggaran Rp 11 miliar dari APBD. Sedangkan ruas Plorengan - Simego menggunakan dana DAK Rp 6,6 miliar, dan Rp 4 miliar dari APBD Banjarnegara. “Insya Allah tahun ini selesai semua. Kemudian jembatan Plipiran dengan bentang 60 meter telah dianggarkan Rp 6 miliar," jelasnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: