Banner v.2

14 Rumah Terdampak Tanah Gerak Gumingsir Pagentan

14 Rumah Terdampak Tanah Gerak Gumingsir Pagentan

BERTAMBAH: Kondisi rumah warga yang terdampak tanah gerak di Desa Gumingsir Kecamatan Pagentan. BANJARNEGARA - Jumlah rumah warga yang terdampak tanah gerak/longsor di Desa Gumingsir Kecamatan Pagentan bertambah. Selain merusak rumah warga, tanah gerak juga merusak jalan, lahan pertanian dan gedung TK. Kepala Desa Gumingsir Kecamatan Pagentan Bejo Suroso mengatakan jumlah rumah warga yang terdampak tanah gerak kini menjadi 14 unit rumah. https://radarbanyumas.co.id/jalan-pagentan-babadan-jadi-prioritas-tmmd-banjarnegara-persingkat-jarak-hingga-9-km/ "Yang terdampak, yang bersamaan dengan Kweni kan ada 10 rumah. Tapi yang kejadian yang kemarin, berarti ada penambahan empat rumah sama satu TK," jelasnya, Rabu (3/3). Bejo menjelaskan TK yang terdampak yaitu TK Cokroaminoto Gumingsir. Dikatakan, akibat terdampak tanah gerak ini, gedung TK tersebut sudah tidak bisa digunakan. Bejo menyebut jumlah warga terdampak tanah gerak keseluruhan total ada 65 jiwa. Mereka saat ini mengungsi di rumah saudara. "Ngungsinya di Kalikidang, masih di satu dusun," jelasnya. Dikatakan, akibat tanah gerak ini ada dua rumah warga yang dibongkar. "Tidak dibongkar total, tapi separuh. Ada dua rumah yang dibongkar yaitu atas nama Tohirin dan Sopan," jelasnya. Meskipun tidak rusak total, saat ini rumah warga tidak dihuni. Sebab masih sering hujan dan berpotensi terjadi longsor susulan. Sehingga dinilai berbahaya jika tetap ditempati. Lebih lanjut Bejo menjelaskan bencana tanah gerak ini juga merusak lahan pertanian seluas dua hektar dan jalan putus. "Jalan lingkar di Dusun Kalikidang rusak akibat tanah gerak, ambles hampir 10 meter," jelasnya. Perbaikan jalan belum dilakukan karena masih menunggu tanah stabil. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: