Permohonan SIM Menurun Drastis
BANJARNEGARA - Pada masa pandemi Covid-19 Jumlah pemohon SIM di SATPAS SIM 1425 Polres Banjarnegara menurun drastis. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang memilih melaksanakan aktivitas dari rumah. Termasuk banyak siswa SMA sederajat yang belajar dari rumah.
Kasat Lantas Polres Banjarnegara AKP Erwin Chan Siregar mengatakan permohonan SIM menurun sekitar 50 persen.
"Kalau sekarang sehari rata-rata ada 80 sampai 100 pemohon SIM baru dan perpanjangan, tapi kebanyakan perpanjangan. Sedangkan sebelum pandemi antara 150 sampai 200 pemohon SIM baru dan perpanjangan," kata dia, Senin (23/11).
https://radarbanyumas.co.id/jumlah-desa-tangguh-bencana-dinilai-masih-kurang/
Menurut dia, penurunan ini disebabkan selama masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih banyak tinggal di rumah.
"Anak sekolah juga tidak melaksanakan kegiatan di sekolah. Sehingga tingkat pemohon SIM mengalami penurunan karena masyarakat berada di rumah," paparnya.
Erwin mengatakan selama masa pandemi Covid-19, pelayanan SIM menerapkan protokol kesehatan, baik terhadap masyarakat maupun petugas yang melayani SIM. Untuk menghindari terjadinya kerumunan, digunakan helm Gatot Kaca Thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh dari jarak tujuh sampai 10 meter.
Penggunaan helm ini bertujuan untuk menjauhkan kontak antara masyarakat pemohon dengan petugas pelayanan. Sehingga resiko penulaaran Covid-19 bisa dicegah.
"Bukan cuma Banjarnegara saja yang mengalami pandemi Covid-19, tapi seluruh dunia. Kita berikhtiar melaksanakan protokol kesehatan agar penyebaran virus Covid-19 bisa terisolir," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam pelayanan SIM di SATPAS 1425 Polres Banjarnegara, diterapkan 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (drn/)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

