Banner v.2

Rider BMX Banjarnegara Kembali Masuk Jajaran Elit

Rider BMX Banjarnegara Kembali Masuk Jajaran Elit

Romy menjadi runner up pada nomor Men Elit pada Pangandaran BMX Championship di Sirkuit Bulak Laut Pengandaran, (27/9). BANJARNEGARA - Rider BMX Banjarnegara Ahmad Romy Ferdian kembali masuk dalam jajaran elit rider BMX putra. Romy menjadi runner up pada nomor Men Elit pada Pangandaran BMX Championship di Sirkuit Bulak Laut Pengandaran, (27/9). Menjelang garis finish, Romy tertinggal hanya sepersekian detik dari pembalap dari tim GGMM Bocas Kendal M Khabibur Rahman. Raihan ini membuat persaingan rider BMX di kelas Elite putra di Jawa makin ketat. Pembalap Men Elite lainnya yaitu Reynaldi dari JBA Jepara dan M Qory dari MQ Racing Team Jawa Barat menempati urutan ketiga dan keempat. Pada nomor Men Yunior, Fani Wahyudi harus puas berada di urutan keempat. M Fatahilla Nur Haq juga finish di urutan keempat pada nomor Challange Boy 15-16 tahun. Di kelas Men Yunior ini Fani harus mengakui kehebatan Aditya asal Yogyakarta dan Fandi Jolata dari ISSI Bandung. Sedangkan Fatahilla kalah bersaing dengan pembalap asal Wins mebel Jepara  Ravelino dan Ivan Kurniawan asal Klub Sunda Jaya Bandung. Ketua ISSI Banjarnegara M Anhar mengatakan performa Fani tidak maksimal karena sedang mengalami cedera pada tangan kirinya akibat terjatuh saat mengikuti latihan rutin. Sementara Fatahilla justru mengalami cedera kedua tangan di saat event berlangsung akibat pro gate yang digunakan  panitia sering macet sehingga banyak merugikan pembalap yang harus terjatuh saat melakukan start. “Fatahilla jatuh dua kali, akibat pro gate manual sering macet akibatnya kedua tangannya cedera dan kesulitan mengangkat sepeda saat melakukan jumping,” ungkapnya. Meskipun demikian, menurutnya even Pangandaran BMX Championship 2020 merupakan barometer para rider di Jawa karena diikuti pembalap terbaik di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI dan Yogyakarta. https://radarbanyumas.co.id/jelang-laga-perdana-psis-jalani-tes-swab-ketiga/ “Ini event resmi pertama bagi para rider di masa pendemi. Sehingga diikuti hampir semua pembalap terbaik Jateng, Jatim dan Jabar,” lanjutnya. Dikatakan, even Pangandaran BMX Championship ini dijadikan barometer untuk mengukur kemampuan atlet sebelum even Pordulongmas tahun 2021 dan Pekan Olahra Propinsi (Porprov) Jawa Tengah tahun 2022 mendatang Ketua Panitia Kejuaraan Pangandaran BMX Championship 2020 Suswanto mengatakan even BMX di Pangandaran ini diikuti 350 pembalap yang terbagi menjadi beberapa kelas. Diantaranya usia 6-7 tahun, 7-8 tahun , 9-10 tahun, 11-12 , 13-24, 15-16 putra dan putri, Men Yunior serta kelas Women Open dan Men Elite . “Ini event pertama BMX  sejak pandemi  sehingga  diikuti banyak pembalap yang memang sudah merindukan adanya event kejuaraan,” ungkapnya. (drn/)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: