Korban Longsor di Banjarnegara Tak Sabar Tunggu Relokasi, Pilih Bangun Rumah Mandiri
Pengecekan longsor di Majatengah beberapa waktu lalu. Dok/Radar Banyumas.
BANJARNEGARA - Warga Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu yang menjadi korban longsor beberapa waktu lalu memilih membangun rumah secara mandiri. Pemerintah desa telah menawarkan tanah bengkok desa untuk hunian relokasi. Namun karena jarak yang cukup jauh dari permukiman sebelumnya, warga memilih relokasi di lahan sendiri.
Kepala Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu Sarno mengatakan warga korban kini telah mendirikan rumah secara mandiri di lahan sendiri.
Pada kejadian longsor yang terjadi Februari lalu ada 17 rumah yang terdampak longsor. "Setelah dicek tinggal 12, yang lima masih layak digunakan untuk dihuni, masih layak," kata dia, Selasa (30/1).
Sedangkan yang telah dibongkar atau diratakan dengan tanah ada empat unit rumah. Warga yang rumahnya dibongkar ini mulai mendirikan rumah secara mandiri di lahan pribadi.
Baca Juga:
Asik Berswafoto di Pantai Jetis Cilacap, Wisatawan Hilang Terseret Ombak
Satu ASN di Banjarnegara Reaktif, Satu Pasien MD
Pemerintah desa telah berupaya memfasilitasi relokasi di tanah bengkok kepala desa. Namun warga korban longsor enggan karena jarak dengan permukiman sebelumnya cukup jauh. Alternatif lain telah ditempuh dengan mencari lahan untuk hunian relokasi. "Mau pindah, tapi ada kendala pembelian lahan," jelasnya.
Untuk membantu korban longsor, pemerintah desa telah mengalokasikan bantuan melalui anggaran perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTL) yang besarannhya Rp 10 juta per rumah. Namun sampai saat ini belum cair. "Yang sudah mendirikan pakai dana pribadi, pasti dapat. Kita telah berkoordinasi dengan Sekdes dan perangkat desa ada alokasi dana untuk relokasi yang nominalnya Rp 10 juta per rumah," jelasnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

