Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Banjarnegara Bakal Kena Teguran Jika Jual Lampaui HET
Ketua Komisi II DPRD Banjarnegara saat menyampaikan permasalahn terkait pupuk bersubsidi.
BANJARNEGARA - Dewan meminta Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi agar ditergur. Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Banjarnegara terkait permasalahan pupuk bersubsidi.
Saat musim tanam ini, petani memang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Untuk mencari solusi atas permasalahan ini, DPRD Banjarnegara menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan stake holder terkait, Jumat (26/6).
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara Mochammad Rachmanuddin mengatakan dari hasil pantuan langsung ke lapangan, pihaknya mendapatkan keluhan petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Selain itu, dari pantuan tiga hari kelapangan pihaknya juga mendapati Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang menjual pupuk besubsidi di atas Harga Eceren tertinggi (HET).
"Paling tidak ditegur dari KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) agar tidak terulang lagi," paparnya.
"Terkait RDP dengan dinas, distributor dan produsen. Memang di di masyarakat terkait dengan pengambilan itu ada yang merasa kejauhan. Salah satunya kita merekomendasikan atau menyarankan biar petani lebih enak ngambilnya dalam satu kecamatan itu bebas. Tapi tetap masih dalam satu kecamatan," urainya.
Mengenai adanya pupuk yang kosong di KPL, disebabkan adanya keterlambatan distributor.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Totok Setya Winarna mengatakan tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di Banjarnegara.
"Kalau kemarin itu, di Gumiwang itu memang di hari Minggu ada kekurangan. Tapi karena itu ngga di jam kerja, tapi Seninnya sudah," jelasnya.
Harapan kami dengan koordinasi yang baik antara Dinas Pertanian, KP3, Komisi II dan distributor, saya kira pupuk tidak akan langka," paparnya.(drn/)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

