Banner v.2

Pemantauan Diminta Dilakukan Hingga Tingkat RT

Pemantauan Diminta Dilakukan Hingga Tingkat RT

PANTAU POSKO : Bupati memantau langsung posko penanganan covid di wilayah Banjarnegara. BANJARNEGARA - Untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, bupati meminta agar pemantauan warga yang mudik dilakukan hingga tingkat desa dan RT. Bagi warga yang sakit dengan gejala flu, batuk, sesak nafas dan demam tinggi agar segera dibawa ke rumah sakit. "Para kepala desa dan ketua RT untuk aktif memonitoring warganya yang datang dari perantauan karena dikhawatirkan terpapar Covid-19 dari daerah rantaunya. Kalau ada indikasi yang mengarah ke gejala Covid-19 untuk diperiksakan ke rumah sakit," kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat memantau sejumlah Posko Pemantauan Covid-19, Minggu (29/3). Memang di perbatasan masuk ke Banjarnegara, warga yang baru masuk ke Banjarnegara telah diperiksa di posko-posko yang dibuat di perbatasan. Posko tersebut yaitu di perbatasan Kalibening - Pekalongan, Purwareja - Klampok dan Pasar Purwonegoro. Pemantauan di posko ini dilakukan terhadap warga Banjarnegara yang mudik dari perantuan. Di Posko ini pemudik diminta turun untuk diperiksa kesehatannya dan disemprot menggunakan desinfektan, termasuk kendaraan yang digunakan pemudik. "Di Posko Pasar Purwonegoro saya menyaksikan setiap orang yang baru pulang dari perantuan diwajibkan mengisi surat pernyataan dengan materai Rp 6.000 yang berisi kesanggupan isolasi mandiri," jelasnya. Budhi berharap posko-posko ini melakukan tugasnya dengan optimal. Posko ini juga berfungsi sebagai tempat aduan dan edukasi pencegahan Covid-19. Sedangkan bagi pemudik, diminta kesadarannya untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Pada kesempatan itu, Budhi memeriksa keseiapan fasilitas dan personel yang bertugas. Termasuk memberikan bantuan masker dan susu kepada petugas yang berjaga. (drn/)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: