Jalan longsor Bantar - Suwidak Belum Diaspal
BELUM DIASPAL : Jalan yang terdampak longsor di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa belum diaspal lagi karena tanahnya masih labil.ISTIMEWA
BANJARNEGARA - Jalan yang menghubungkan Desa Bantar dengan Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa hingga kini masih dalam kondisi rusak. Terutama dua titik yang terkena dampak longsor pada awal 2018 lalu. Jalan belum diaspal kembali karena kondisi tanahnya masih labil.
Kabid Bina Marga DPUPR Banjarnegara M Arqom Al Fahmi mengatakan jalan belum diaspal lagi karena kondisi tanahnya yang masih labil dan bergerak sehingga belum ditangani secara permanen. "Belum diaspal hotmix karena tanahnya masih bergerak
dan setiap kurun waktu tertentu ada penanganan urugan sirtu," jelasnya, Jumat (6/12). Memang ini tanah sudah lebih stabil. "Kondisi sekarang mulai stabil karena pengaruh kondisi tanah kering, mudah-mudahan sampai 2020 tidak ada longsor lagi. Sehingga bisa dianggarkan untuk pengaspalan yang permanen," jelasnya.
Kepala Desa Bantar terpilih Eko Purwanto mengatakan karena jalan ini sangat vital, warga bergotong-royong memperbaiki jalan tersebut. Jalan diurug dengan sirtu agar bisa dilalui kendaraan. Dia menyebut titik yang ambles hingga belasan meter pernah diaspal menggunakan aspal lapen atau diaspal tipis. Untuk pekerjaan ini, warga iuran secara swadaya dengan dibantu pemerintah. Sehingga terkumpul anggaran hingga Rp 250 juta.
Namun kini kondisinya sudah rusak lagi. Selain perlu penanganan permanen, juga perlu sarana pendukung jalan yaitu selokan yang belum dibangun. Selokan atau saluran drainase ini sangat penting agar air hujan tidak meluber ke jalan.
Sehubungan datangnya musim penghujan tahun ini, dia berharap agar tidak terjadi tanah gerak. "Dengan datangnya hujan kami was-was. Tentu kami berharap agar aman dan tidak longsor lagi," lanjutnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

