BPK Periksa 12 Proyek Infrastruktur di Banjarnegara
PEMERIKSAAN : Tim dari BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan terinci pada ruas jalan Semampir - Gotong Royong, Kamis (14/11).DARNO/RADARMAS
BANJARNEGARA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan terhadap 12 proyek infrastruktur di Banjarnegara. Pemeriksaan dilakukan dengan mendatangi langsung ke lokasi proyek. Pemeriksaan dilakukan secara terinci atas kepatuhan terhadap belanja modal dalam membangun infrastruktur.
Tim BPK yang diketuai Aji Priya Leksana melakukan pemeriksaan terinci di 12 titik. Antara lain peningkatan jalan ruas Merden – Kedungpane, Kalibening – Getas, Semampir – Gotong Royong.
Kamis (14/11), tim melakukan pemeriksaan terinci pada jalan ruas Semampir - Gotong Royong menyedot anggaran sebesar Rp 5.420.000.000.
Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUPR Banjarnegara Hermawan Tutut mengatakan pemeriksaan ke lokasi dilakukan setelah proyek selesai. "Pemeriksaan dilakukan selama 28 hari dalam dua periode. Yaitu tanggal 11 – 30 November dan 4 – 11 Desember 2019," jelasnya.
Ketika disinggung kesiapan menghadapi pemeriksaan BPK, pihaknya telah mencukupi berkas dan dokumen yang dibutuhkan. Antara lain syarat-syarat umum dan syarat khusus kontrak, HPS beserta analisa harga, kontrak dan dokumen peubahannya, dokumen pengadaan. “Ya intinya kami sudah menyesuaikan dengan pedoman yang ada. Dan kegiatan yang kami laksanakan selalu mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan,” paparnya.
Pengawas kegiatan Revita Sari menjelaskan pemeriksaan ini antara lain meliputi ketebalan jalan, kualitas aspal dan pondasi.
“Menurut kami semua sudah sesuai spek, bahkan melebihi. Misal ketebalan yang di dokumen 17 centimeter, dalan pengerjaannya lebih sampai 22 centimeter,” terangnya.
Sementara itu dari Ketua tim pemeriksa BPK Aji Priya Leksana SE belum bisa dimintai keterangan karena kegiatan pemeriksaan masih berjalan. “Belum, ini masih proses,” katanya singkat.
Terpisah, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan Pemkab Banjarnegara sedang mengejar prioritas pembangunan jalan selesai di tahun 2020.
“Infrastruktur jalan hingga 2020, jalan kita utamakan. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses bagi aspek kehidupan lain, seperti pendidikan, layanan kesehatan dan ekonomi rakyat. Jadi jalan yang baik adalah pondasi untuk kebutuhan-kebutuhan itu,” kata Budhi.
Dikatakan, masyarakat telah merasakan langsung pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritasnya. Kini, simpul-simpul ekonomi rakyat telah tumbuh. Termasuk menggeliatnya destinasi wisata baru yang diiringi tumbuhnya ekonomi rakyat. “Sebagus apapun daya tarik obyek wisata, tanpa akses jalan yang representatif akan kurang menarik, dan tentu pengaruh pada jumlah kunjungan," lanjutnya.(drn/)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

