Gunakan Gas Melon, ASN di Banjarnegara Bakal Dimutasi
PENUKARAN: Kegiatan trade tabung elpiji tiga kilogram menjadi 5,5 kilogram dan 12 kilogram di halaman Setda Banjarnegara, Jumat (1/11).DARNO/RADARMAS
BANJARNEGARA - Elpiji tiga kilogram atau yang juga dikenal dengan gas melon merupakan bahan bakar bersubsidi untuk masyarakat miskin. Sehingga jika ada ASN yang ketahuan menggunakan gas melon, akan dikenakan sanksi berupa mutasi ke wilayah pelosok.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menegaskan, agar ASN bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan gaji dan tambahan penghasilan (Tamsil) yang besar, ASN dikategorikan sebagai orang yang mampu atau kaya.
"Masa orang kaya masih makan subisidi, kan kebangetan," tegasnya saat penukaran (trade in) tabung gas melon ke tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram di halaman Setda Banjarnegara, Jumat (1/11). Sasaran trade in inii adalah ASN dan pegawai BUMD.
Untuk mengawasi ASN, Budhi memerintahkan inspektorat dan Kesabangpolinmas untuk mengawasi ASN. "Kalau masih menggunakan elpiji tiga kilogram bersubsidi, akan dikenakan sanksi tegas. Jangan main-main, kalau sampai ketahuan tunggu waktu. Pasti akan saya pindah ke tempat yang tidak enak," tegasnya.
Sedangkan bagi tenaga honorer diberi toleransi. "Tapi kalau yang sudah ASN jangan main-main. Sebab sudah ada Tamsil, Tamsilnya gede," kata dia.
Budhi mengatakan saat ini jumlah ASN di Banjarnegara sebanyak 8.000 orang. "Kita tidak kepengin pemerintah selalu rugi. Pemerintah kan memberikan subsidi untuk rakyat miskin, kalau digunakan oleh orang-orang kaya kan ngga bener," ungkapnya.
Dia menargetkan akhir tahun ini seluruh ASN beralih menggunakan gas non subsidi.
Ketua Hiswana Migas Banyumas Anas Pribadi mengatakan Hiswana Migas dan Pertamina siap memenuhi berapapun jumlah kebutuhan tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Untuk konsumsi gas tiga kilogram saat ini sekitar 21 ribu per hari. Untuk elpiji 5,5 kilogram antara 4 ribu sampai 5 ribu tabung per bulan. Sedangkan 12 kilogram 7 ribu tabung per bulan.
SBM Retail Wilayah VI Tegal Deni Nugraha mengatakan program trade ini sudah berjalan. "Kami menghimbau elpiji tiga kilogram untuk masyarakat miskin. Jadi untuk masyarakat yang mampu, diharapkan menggunakan 5,5 kilogram atau 12 kilogram. Jangan sampai naik Pajero atau Fortuner beli gas yang tiga kilogram," lanjutnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

