Banner v.2

Armada Droping Masih Kurang

Armada Droping Masih Kurang

BANJARNEGARA - Kemarau yang berkepanjangan membuat kekeringan meluas. Sampai saat ini sedikitnya sudah ada 31 desa yang kekeringan dan membutuhkan droping air bersih. Sedangkan jumlah armada tanki yang dimiliki oleh BPBD Banjarnegara baru tiga unit. Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman menjelaskan saat ini BPBD Banjarnegara memiliki tiga unit armada tangki. "Tiga milik BPBD, satu dipinjami dari PMI Jateng," jelasnya, Kamis (26/9). Tanki milik BPBD Banjarnegara ini masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Jumlah ini dinilai belum memadai untuk menyupai kebutuhan air bersih bagi desa yang terdampak kekeringan. Dia menyebut sampai saat ini ada 31 desa di Banjarnegara yang kekeringan dan membutuhkan droping air bersih. Dengan jumlah armada yang ada sekarang ini, dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Belum cukup, paling tidak minimal lima armada," jelasnya. Karena armada yang masih terbatas, pengiriman air bersih kerap dilakukan sampai malam hari. Arief menyebut dalam satu hari, satu unit tanki bisa melakukan droping hingga lima rit air bersih. Kemarau yang berkepanjangan ini membuat desa mengajukan tambahan jatah pengiriman air bersih. Misalnya yang dilakukan oleh Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok. Pj Kades Sirkandi Budi Suyitno mengatakan dampak kemarau sangat dirasakan oleh warga. Dia menyebut Desa Sirkandi terdiri daru dua dusun yaitu Kriyek dan Selaraga. "Dusun Kriyek penduduknya 2.000 jiwa, Selaraga juga hampir 2.000 jiwa. Kedua dusun mengalami kekeringan," ungkapnya. Karena itu, pihaknya mengajukan tambahan jatah droping air bersih. "Sebetulnya satu Minggu satu kali, tiga tanki. Tapi saya minta lagi satu Minggu dua kali. Berarti satu Minggu enam tanki," jelasnya. Dikatakan droping di Sirkandi ini dilakukan sejak Juli lalu. Dia menambahkan untuk mengatasi kekeringan, alternatifnya dengan membuat sumur bor. Namun di Sirkandi kedalamannya bisa mencapai ratusan meter dan biaya bisa mencapai Rp 50 juta. Biaya yang besar tersebut memberatkan bagi warga. (drn/)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: