Perceraian Tinggi, Mahasiswa Diberi Pembinaan
BANJARNEGARA - Tingginya angka percerian, harus diredam dengan berbagai upaya. Setiap tahun, terjadi ratusan ribu kasus perceraian. Setidaknya ada sekitar 350 ribu kasus perceraian per tahun di Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Banjarnegara Masdiro saat membuka kegiatan bimbingan perkawinan bagi remaja usia nikah di kampus Politeknik Banjarnegara, Rabu (18/9).
Program bimbingan perkawinan atau pra nikah telah diluncurkan oleh Kementrian Agama RI sejak September 2017. Bimbingan pra nikah bertujuan untuk membekali calon pengantin agar mampu mengelola dinamika perkawinan dan keluarga. Harapannya bisa menurunkan kasus perceraian. Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia ketika memasuki jenjang perkawinan itu tidak cukup dipersiapkan dengan matang.
Direktur Politeknik Banjarnegara Dr Tuswadi menilai bimbingan ini sangat penting bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa Politeknik. Dia berharap kedepan terjalin kerja sama yang lebih intens antara Politeknik dengan Kemenag Banjarnegara.
Mahasiswi Prodi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara Susi Muliayu mengatakan belum akan menikah dalam waktu dekat. “Saya baru semester tiga dan belumada rencana segera menikah. Namun bimbingan pra nikah bagi saya sangat penting untuk diketahui sedini mungkin. Hari ini saya belajar banyak, bahwa menikah itu bukan perkara gampang," kata dia. Bimbingan ini diikuti oleh 50 peserta dan berlangsung selama dua hari. Sedangkan fasilitatornya telah mengantongi sertifikat bimbingan perkawinan tingkat nasional.
(drn/)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

