Banner v.2

500 Gas Melon Salah Sasaran

500 Gas Melon Salah Sasaran

BANJARNEGARA - Petugas menemukan 500 tabung elpiji tiga kilogram atau gas melon yang salah sasaran. Demikian hasil sidak yang dilakukan oleh petugas gabungan dari instansi terkait. Penggunaan bahan bakar gas bersubsidi itu dinilai salah sasaran karena digunakan oleh usaha yang omsetnya sudah besar. Hal ini tentu mengurangi jatah bagi rumah tangga miskin dan UKM yang omsetnya masih kecil. Ketua Paguyuban Elpiji Banjarnegara Supono mengatakan dari sidak yang dilakukan oleh tim gabungan, menemukan 500 tabung gas elpiji tiga kilogram yang digunakan oleh usaha yang sudah besar. Petugas yang melakukan sidak ini terdiri dari Sat Pol PP, Pertamina, Disperindagkop dan UKM, Bagian Perekonomian dan Bagian Hukum Setda Banjarnegara. Jumlah ini merupakan akumulasi dari sidak ini dilaksankaan sejak Desember 2018 lalu. "Kalau yang terbaru, ada lima rumah makan di wilayah kota yang menggunakan elpiji tiga kilogram dengan hasil 20 tabung," jelasnya, Jumat (30/8). Dia mengatakan rumah makan atau usaha yang menjadi sasaran dalam sidak ini yaitu yang penghasilan di atas Rp 750 ribu per hari. Sidak ini dilakukan agar pengunaan gas melon lebih tepat sasaran. "Sementara tidak ada sanksi. Baru diingatkan bahwa, pakai elpiji tiga kilogram salah," ungkapnya. Sebab untuk rumah tangga miskin dan UKM yang masih kecil. Pada sidak ini, petugas mengarahkan agar menukar dua tabung elpiji tiga kilogram dengan satu tabung elpiji 5,5 kilogram. Tanpa edukasi, pelaku usaha lebih memilih menggunakan gas melon yang harganya lebih murah. Harga gas melon di tingkat pangkalan Rp 15.500 per tabung. Dan di tingkat pengecer Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu. Lebih miring dibandingkan elpiji 5,5 kilogram yang dibandrol Rp 65 ribu dan elpiji 12 kilogram yang harganya Rp 145 ribu. "Saat sidak kita lakukan edukasi. Sebab banyak yang merasa usahanya masih kecil, namun omzetnya sudah besar. Misalnya pengrajin roti dan rumah makan. Kita arahkan agar beralih penuh menggunakan elpiji non subsidi," ujarnya. Selain ke rumah makan, sidak juga ke peternakan ayam yang menggunakan gas melon sebagai sumber penghangat. Sedangkan hotel di Banjarnegara terpantau sudah menggunakan elpiji non subsidi. "Hotelnya kan sedikit, dan sudah pakai yang non subisidi," lanjutnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: