Banner v.2

Luasan Bengkok Kades Bantar Berkurang Drastis

Luasan Bengkok Kades Bantar Berkurang Drastis

BANJARNEGARA - Luasan bengkok Kepala Desa Bantar Kecamatan Wanayasa berkurang drastis. Sebab digunakan untuk membangun hunian relokasi bagi 51 KK di Dusun Pramen dan Sikenong Desa Bantar yang mengungsi akibat longsor 1,5 tahun lalu. Dengan berkurangnya luas bengkok, maka mengurangi penghasilan kepala desa. Camat Wanayasa Yogo Pramono mengatakan luas lahan bengkok Kepala Desa Bantar berkurang signifikan karena digunakan untuk hunian relokasi. "Sesuai PP dan Mendagri, bengkok desa tidak boleh berkurang. Sebab kepala desa harus jelas penghasilannya. Salah satu penghasilan kepala desa ya dari tanah bengkok," kata dia, Selasa (27/8). Oleh karena itu, pihaknya mengajukan agar ada penggantian bengkok kepala desa yang kini dibangun untuk relokasi. "Luas lahan bengkok tidak boleh berkurang. Mbokan nanti digugat oleh kepala desa selanjutnya. Sebab masa jabatan kepala desa hanya enam tahun," ujarnya. Apalagi, tanpa dikurangi untuk relokasi, bengkok kepala desa terbilang masih kurang. Dia menyebut luasan lahan bengkok Kepala Desa Bantar hanya sekitar tiga hingga empat hektar. Sedangkan lahan bengkok yang digunakan untuk relokasi mencapai 7.200 meter. "Berkurang banyak, sehingga mengurangi penghasilan kepala desa," ungkapnya. Dikatakan, untuk mencari lahan pengganti tanah bengkok ini perlu penilaian dari tim apresial. Tim ini akan menilai harga tanah di Desa Bantar. Dasar penilaian dari tim ini akan menjadi rujukan dalam pengajuan anggaran melalui ABPD Kabupaten. Kepala Des Bantar terpilih Eko Purwanto mengatakan lahan untuk relokasi warga menempati tanah bengkok kepala desa dengan luas 7.200 meter persegi. Tanah bengkok ini jaraknya sekitar 1,5 kilometer dengan permukiman warga yang terkena longsor. Tanah bengkok yang digunakan untuk relokasi ini strategis karena berada di tepi jalan menuju Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa. Selain itu, kondisinya juga cukup rata. Sehingga diharapkan hunian rtelokasi yang dibangun di lokasi itu aman dari bahaya longsor.(drn/)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: