Banner v.2

1,5 Tahun Warga Bantar "Terlantar"

1,5 Tahun Warga Bantar

Relokasi Tak Kunjung Jadi, Warga Masih Numpang BANJARNEGARA - Warga korban longsor di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa sudah tidak betah hidup numpang. Sudah lebih dari satu tahun mereka harus mengungsi lantaran rumah mereka hancur terkena longsor. Sementara hunian relokasi belum selesai dibangun. Dalam jangka waktu tersebut, ada tiga orang warga korban longsor yang meninggal dunia. Kepala Desa Bantar Kecamatan Wanayasa terpilih Eko Purwanto mengatakan sampai saat ini warga masih menumpang di sanak keluarga. Sebab hunian relokasi belum siap ditempati. "Sudah 1,5 tahun sejak longsor warga belum menempati rumah relokasi. Saat ini kebanyakan nebeng di family, dan ada juga yang sudah bikin lagi walaupun pakai papan," jelasnya. Eko menyebut ada 51 KK yang mengungsi akibat bencana longsor ini. Terdiri dari 47 KK warga dari Dusun Pramen Desa Bantar dan empat KK dari Dusun Sikenong Desa Bantar. "Total 176 jiwa. Dari jumlah itu, yang sudah meninggal tiga orang sebelum hunian relokasi jadi," jelasnya. Ketiga orang tersebut yaitu Suhadi, Sukarta dan Juwariyah. Dikatakan, warga tersebut meninggal dunia karena faktor usia. Sedangkan Juwariyah meninggal karena tenggelam. Dia sangat berharap hunian relokasi segera selesai digarap dan bisa ditempati. "24 Juli 2019 mulai digarap. Targetnya selesai Desember mendatang. Saat ini sedang saat ini sedang pekerjaan perataan tanah. Mohon doanya agar lancar dan bisa segera dihuni," ungkapnya. Selain bantuan hunian relokasi, warga juga menerima jaminan hidup senilai Rp 10 ribu per orang selama tiga bulan. Sehingga jika ditotal, setiap individu menerima Rp 900 ribu. "Kalau bantuan yang satu jiwa 10 ribu selama tiga bulan sudah. Cuma itu tok Jadupnya," lanjutnya.(drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: