Banner v.2

Berpenyakit, Tiga Hewan Kurban Diafkir Utuh

Berpenyakit, Tiga Hewan Kurban Diafkir Utuh

PANTAUAN : Petugas menemukan daging sapi yang mengandung cacing hati saat melakukan pantuan ke sejumlah lokasi pemotongan hewan qurban, Minggu (11/8).DARNO/RADARMAS BANJARNEGARA - Tiga ekor hewan qurban diafkir utuh karena mengidap infeksi cacing hati yang sudah meluas. Sedangkan bagi hewan qurban yang belum parah infeksinya, dibuang bagian hati yang terinfeksi saja. Demikian hasil pantuan tim dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara terhadap sejumlah titik pemotongan hewan qurban di wilayah kota, Minggu (11/8). Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Herrina Indri Hastuti mengatakan dari pantuan di wilayah kota, ada tiga hewan yang diafkir utuh. Artinya, seluruh organ hatinya diafkir dan tidak boleh dikonsumsi karena terserang cacing hati ini. Sebab cacing hati ini bisa menular ke manusia dan menyebabkan anemia, demam, nyeri perut dan gangguan pencernaan. Sedangkan daginya, tetap boleh dikonsumsi. "Bagian yang terinfeksi cacing kalo belum meluas, bisa dibuang hati yang terserang saja. Tapi kalau temuan infeksi cacing sudah meluas, diafkir utuh seluruhnya dan dimusnahkan," jelasnya. pemusnahannya dengan dibakar atau dikubur. Herrina mengatakan dari pantuan di wilayah kota, ada tiga ekor hewan qurban yang diafkir utuh. Menurut dia, jika dibandingkan kejadian tahun lalu, hewan qurban yang terinfeksi cacing hatinya relatif turun. "Tapi masih ada temuan. Kalo angkanya se kabupaten masih menunggu laporan dari tim lain dan pemotongan hewan qurban sampai hari Rabu," jelasnya. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pengan Banjarnegara Totok Setya Winarna mengatakan pada tahun ini ada 1.390 titik penyembelihan hewan qurban. "Ada sekitar 4.500 sapi dan 6.000 kambing dan domba yang dipotong pada Idul Adha ini," jelasnya. Sedangkan petugas yang diturunkan untuk memantau hewan qurban sebanyak 125 tim dan dipimpin enam dokter hewan. "Sebelum diterjunkan, tim ini diberi pembekalan untuk mengetahui ciri-ciri hewan qurban yang terserang penyakit," kata dia. Totok menambahkan pantuan hewan qurban ini dilakukan agar daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (Asuh).(drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: