Banner v.2

Krisis Air Bersih, Warga Buat Sumur Resapan

Krisis Air Bersih, Warga Buat Sumur Resapan

Sumur resapan di pinggir kali BANJARNEGARA - Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja menjadi desa yang paling rawan kekeringan. Seringkali, desa tersebut menjadi desa yang pertama kali mengajukan droping air bersih ketika kemarau, termasuk pada musim kemarau ini. Sekdes Jalatunda Miswan mengatakan karena terjadi kekeringan, warga membuat sumur resapan. Sumur ini dibuat di tepi Kali Sapi. Meskipun langganan kekeringan, sebetulnya di bawah perkampungan ada Kali Sapi yang airnya tidak pernah kering. "Untuk membuat sumur resapan ini, warga swadaya dengan iuran yang dikelola oleh Kelompok Pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi (KSPSPAMS) Tirta Kencana Persada. Upaya ini dilakukan karena warga tidak mau terus tergantung pada droping air bersih. KSPSPAMS ini merupakan salah satu unit usaha BUMDes setempat. "Biaya pembuatannya sekitar Rp 20 juta yang bersumber dari kas pengelola," ujarnya. Dia menyebut jarak antara sumur resapan dengan bak penampungan di balaidesa mencapai 900 meter. "Nanti kalau sudah jadi, akan disalurkan ke bak penampungan menggunakan pipa 1,5 inchi. Air dipompa menggunakan listrik berdaya 5.500 watt," jelasnya. Miswan mengatakan sumur resapan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 160 KK di Dukuh Roma Kamal, Wringin, Gelap, Silowok, sekitar lapangan, Curug Gong, Pasempon, Sawangan dan Muntang. Dia mengatakan pembuatan sumur resapan ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya dilakukan. Pada tahun 2017, juga sudah pernah dibuat sumur resapan. Hanya saja, alur sungai bergeser. "Kita buat sumur lagi, untuk menambah sumur sebelumnya. Karena sumur resapan yang lama endapannya sudah banyak," ujarnya. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: