Banner v.2

Pasar Tunggara Harus Didesain Ulang

Pasar Tunggara Harus Didesain Ulang

DIBANGUN: Pekerja sedang menggarap rehab Pasar Wage. Pasar ini merupakan satu dari empat pasar tradisional yang direhab tahun ini. Darno/Radarmas BANJARNEGARA - Pasar Tunggara di Kecamatan Sigaluh harus didesain ulang. Pasalnya, penempatan kios terlalu ke depan atau dekat dengan jalan. Kepala Disperindakop dan UKM Banjarnegara Joi Setiawan mengatakan, dalam rehab Pasar Tunggara, harus digambar ulang. "Kiosnya agar dimundurkan. Dulu, waktu membangun belum ada ketentuan jarak dari as jalan. Sehingga gambarnya didandani (dibetulkan, red) dulu agar sesuai dengan ketentuan," paparnya. Dia menjelaskan, rehab Pasar Tunggara ini merupakan satu dari empat pasar tradisional yang direhab pada tahun 2019 ini. "Khusus untuk Pasar Tunggara, harus dua kali gambar, karena harus menyesuaikan dengan sempadan jalan," jelasnya. Sedangkan tiga pasar tradisional lainnya yang direhab tahun ini yaitu Pasar Wage, Pasar Purwasaba dan Pasar Jatilawang. Pasar Wage direhab untuk merubah bentuk bangunan agar lebih mirip pasar. Sebab selama ini, terlihat seperti deretan tiga kios. Sementara Pasar Purwasaba Purwasaba meneruskan tahun kemarin. "Yang dulu terbakar sudah, sekarang meneruskan losnya. Kalau Jatilawang los sudah. Sekarang merehab kios depan agar pedagang bisa pindah berbarengan," jelasnya. Kabid Pasar Disperindagkop dan UKM Banjarnegara Hary Arumbinuko menjelaskan, pagu untuk rehab Pasar Wage sebesar Rp 700 juta. Sementara Pasar Purwasaba Rp 1 miliar, Pasar Tunggara Rp 1,1 miliar dan Pasar Jatilawang Rp 750 juta. Dia mengatakan sumber dana untuk rehab Pasar Jatilawang dari APBD. Sedangkan tiga pasar lainnya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: