Bun Upas, 100 Hektare Kentang Mati
GAGAL PANEN : Petani mengangkut bibit kentang bantuan dari Balitsa Kementan. Bantuan diberikan kepada petani yang gagal panen karena terserang bun upas. ISTIMEWA
BANJARNEGARA – Lebih dari 100 hektar lahan kentang di sejumlah desa di Kecamatan Batur gagal panen menyusul serangan bun upas. Suhu udara yang sangat dingin, bahkan dibawah nol derajat celcius membuat embun membeku yang akhirnya membuat tanaman layu,
“Bun upas tahun ini lebih parah dibandingkan tahun tahun sebelumnya, Yang besar saja tiga kali. Yang kecil-kecil hampir tiga hari sekali,” ujar PPL Kecamatan Batur Agus Rifai kemarin..
Dijelaskannya, bun upas ini terjadi pada malam hari di musim kemarau. Suhu udara yang sangat dingin, bahkan dibawah nol derajat celcius membuat embun membeku. Sebagian menempel pada daun dan menyebabkan daun menjadi layu. Perlahan, daun menjadi kering dan tanamanpun mati. "Kalau hanya sekali saja masih bisa tumbuh lagi. Tapi kalau sampai berkali-kali terkena bun upas ya mati," urainya.
Lahan kentang yang rusak di Dieng Kulon sekitar 60 hektar. Di Blok Pawuhan Desa Karangtengah 60 hektar. Agus mengatakan petani yang gagal panen akibat serangan bun upas ini menerima bantuan bibit dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa)Kementerian Pertanian.
"Bantuan sebanyak 23 ton bibit kentang diberikan kepada petani yang gagal panen akibat bun upas. Varieas yang diberikan yaitu Grand Kembang dan Granola. Di Desa Dieng Kulon saja, petani yang memperoleh bantuan sebanyak 400 orang," terangnya. (drn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

