Tiga Hari Air PDAM di Banjarnegara Mati Total
Pipa Buruk, PDAM Lakukan Penggantian
BANJARNEGARA - Akibat kualitas jaringan pipa PDAM Banjarnegara yang buruk, membuat aliran air sering bocor. Selain menimbulkan kerugian karena air terbuang percuma, kondisi ini membuat pelayanan ke pelanggan terganggu.
Perusahaan daerah yang bergerak di bidang pengadaan air minum tersebut, memutuskan mengganti pipa lama dengan pipa baru yang kualitasnya lebih baik.
GANTI PIPA : Pekerja sedang mengganti pipa PDAM yang lama dengan pipa baru yang kualitasnya lebih baik. Akibat penggantian pipa di Kalibenda ini, air ke pelanggan terhenti tiga hari (Darno/Radarmas)
Direktur PDAM Banjarnegara, Suswati mengakui, ada kebocoran di beberapa titik. Salah satunya di Desa Kalibenda Kecamatan Sigaluh. Menurut dia, di lokasi yang sama terjadi empat titik kebocoran.
Dia mengungkapkan, pipa lama yang berwana abu-abu mudah bocor sebab kualitasnya buruk, sehingga diganti dengan pipa baru berwarna yang putih yang kualitasnya lebih baik. Dalam pengurugannya, material pengurug juga tidak disaring.
"Jadi itu pipa kita kan numpuk. Pipa yang lama, terus di atasnya jaringan pipa yang baru. Manakala ada perbaikan kalau misal tidak tersaring untuk pengurugan kembali, ada batu kecil yang nyelip di pipa kemudian ada tekanan (kendaraan) dari atas maka bocor," kata dia dia di kantornya, Senin (14/8).
Kondisi ini membuat dia berinisiatif untuk mengganti pipa. Sepanjang hampir 30 meter pipa diganti. Penggantian pipa ini dilaksanakan sejak 10 Agustus lalu.
Hingga kemarin, penggantian belum sepenuhnya selesai. Bekas galian belum diurug karena masih harus berkoordinasi dengan Bina Marga. Sebab tanah yang digali berada di tepi jalan nasional di Kalibenda.
Dia menambahkan, pipa yang diganti ini berdiameter 10 inchi. Selama penggantian pipa, aliran air mati total selama tiga hari. "Sekarang kita sedang evaluasi daerah yang belum teraliri," imbuhnya.
(drn/din)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

