Banner v.2

Jalur Banjarnegara - Pekalongan Terputus, Mobil Tak Bisa Lewat

Jalur Banjarnegara - Pekalongan Terputus, Mobil Tak Bisa Lewat

BANJARNEGARA - Jalur Banjarnegara - Pekalongan melalui Gripit Banjarmangu, terputus akibat longsor, Senin (6/2) pagi. Sejak sepekan sebelumnya, separuh jalan di jalur tersebut memang sudah ambles. Ketika itu masih bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun karena tanah masih terus bergerak, jalan bergeser dari lokasi semula. Kepala BPBD Banjarnegara, Arif Rahman menjelaskan, jalan yang ambles terjadi di wilayah RT 2 RW 7 Dusun Penumping Desa Kalibombong Kecamatan Kalibening. Pada awal terjadinya longsor, jalan di lokasi tersebut masih bisa dilewati mobil. Namun karena tanah terus bergerak, sejak kemarin pagi jalan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara motor. Sedangkan mobil tidak bisa melalui jalur tersebut. Setelah terputusnya jalan tersebut, BPBD sudah melakukan survei lokasi. Survei ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan jembatan atau jalan darurat. "Kami akan mengusahakan solusi untuk mengatasi jalur tersebut. Kalau darurat intinya bisa dilalui roda empat dulu," ujarnya. Akibat amblesnya jalur ini pengguna kendaraan roda empat harus memutar melalui Karangkobar. Namun karena jaraknya yang lebih jauh, waktu tempuh yang diperlukan hingga dua jam perjalanan. Padahal jika melalui Gripit, waktu tempuh yang diperlukan hanya separuhnya saja. Seorang warga, Suswanto mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan alternatif Kalibening ke Pandanarum serta Pekalongan. "Tanah di lokasi tersebut masih terus bergerak. Tanahnya simping atau tanah campuran pasir dan cadas, sehingga labil. Apalagi sampai saat ini masih hujan deras," jelasnya. Dia mengatakan, pergerakan tanah sampai saat ini belum mengancam warga sekitar. Sebab jaraknya cukup jauh dari pemukiman warga. (drn/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: