Banner v.2

Pergerakan Tanah di Banjarnegara, Warga Bertahan di Rumah Meski Rawan

Pergerakan Tanah di Banjarnegara, Warga Bertahan di Rumah Meski Rawan

Pergerakan tanah di Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum mengancam bangunan sekolah dan rumah warga.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pandanarum selama tiga hari terakhir, memicu pergerakan tanah di Desa Lawen, Kabupaten Banjarnegara. Peristiwa yang terjadi Sabtu (17/1) siang itu, membuat sejumlah rumah warga berada dalam kondisi rawan, bahkan mengancam bangunan sekolah di sekitar lokasi.

Retakan tanah mulai terlihat sekira pukul 13.30, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Selain merusak akses jalan dan permukiman, pergerakan tanah ini juga mengarah ke kawasan pendidikan, yakni SMPN 3 Satu Atap (Satap) Pandanarum, dan satu bangunan PAUD.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso mengatakan, sedikitnya lima rumah warga masuk kategori terancam akibat pergeseran tanah tersebut.

"Lima rumah yang terdampak berada di Dusun Kendilwesi dan Dusun Jamban. Ada juga 12 rumah lain yang jaraknya sekira 150 meter dari pusat rekahan tanah,” kata Aji saat dikonfirmasi, Senin (19/1).

BACA JUGA:Tanah Bergerak di Dua Kecamatan Banjarnegara, Warga Terancam Relokasi Permanen

Rumah warga yang terancam masing-masing milik Misto dan Bardi di Dusun Kendilwesi, serta Turyanto, Kaswari, dan Tarwo di Dusun Jamban. Menurut Aji, kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi bergerak jika hujan kembali turun.

Ancaman tidak hanya mengintai permukiman warga. Rekahan tanah juga menjalar ke area sekolah, termasuk bangunan SMPN 3 Satap Pandanarum dan PAUD Tunas Bangsa yang lokasinya tidak jauh dari titik pergerakan.

"Beberapa bangunan mulai mengalami retak. Bahkan satu dusun yang berada sekirz 200 meter di bawah pusat rekahan, juga masuk zona rawan," ujarnya.

Meski berada dalam kondisi berisiko, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. BPBD belum melakukan evakuasi, tetapi meminta warga meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan masih cukup tinggi.

BACA JUGA:Selesai Disiapkan, Lahan Huntap Korban Bencana Tanah Bergerak di Maribaya Purbalingga Diserahkan Pekan Depan

"Warga masih bertahan, tapi kami minta selalu siap jika sewaktu-waktu harus mengungsi," kata Aji.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Banjarnegara bersama relawan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Salah satu upaya darurat yang dilakukan adalah menutup rekahan tanah untuk mengurangi risiko longsor susulan.

"Pemantauan masih terus dilakukan. Rekahan tanah kami tutup sementara untuk menekan potensi pergerakan lanjutan," jelasnya.

BPBD juga melakukan perbaikan alat Early Warning System (EWS) di lokasi guna memantau pergerakan tanah secara lebih akurat.(jud)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: