Banner v.2

Sembilan Rumah Terancam Longsor Akibat Retakan Tanah Capai 60 Meter

Sembilan Rumah Terancam Longsor Akibat Retakan Tanah Capai 60 Meter

Relawan saat melakukan pengurasan genangan air yang berada di mahkota longsor Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening Banjarnegara.-Relawan untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak sembilan rumah warga di RT 1 RW 4 Dusun Dusun Bandingan, Desa Kalibombong, Banjarnegara, terancam longsor karena adanya retakan tanah. Mahkota longsoran membentuk pola menyerupai tapal kuda dengan lebar retakan mencapai sekira satu meter (m) dan panjang kurang lebih 60 m.

Kepala Desa Kalibombong, Wanti mengungkapkan, pergerakan tanah terjadi secara bertahap sebelum kerusakan besar terlihat.

"Tanah mulai bergerak sejak Rabu dan sampai hari ini masih bergerak meskipun relatif lebih lambat," ujarnya, Selasa (6/1).

Adapun total 31 jiwa berada di zona rawan terdampak pergerakan tanah.

BACA JUGA:Relokasi Warga korban Bencana Tanah Bergerak Desa Maribaya Dilakukan Tahun Depan

Upaya mitigasi terus dilakukan warga setempat menyusul pergerakan tanah yang belum sepenuhnya berhenti. Bersama relawan, warga menguras kubangan air yang terbentuk di area mahkota tanah gerak, Selasa (6/1), untuk menekan risiko longsoran meluas.

Pengurasan difokuskan pada genangan air yang berada tepat di zona retakan. Air yang tertahan di area tersebut dinilai dapat mempercepat pergeseran massa tanah, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ketua Forum Destana Banjarnegara, Wanidi mengatakan, langkah pengurasan dilakukan setelah relawan menilai air menjadi faktor pemicu utama pergerakan tanah di lokasi.

Air yang menggenang di zona retakan sangat berisiko mempercepat pergerakan tanah.

BACA JUGA:Logistik Huntara Ketanda Masih Aman, Warga Terdampak Tanah Bergerak Tetap Terpenuhi Sembako

"Hari ini kami menguras satu kubangan, dan masih ada satu kubangan lagi yang akan dikuras besok,” ujarnya.

Hingga kini, tanah di Dusun Bandingan masih bergerak, meski kecepatannya mulai melambat dibandingkan awal kejadian. Kondisi tersebut membuat warga tetap berjaga, meskipun situasi relatif lebih terkendali.

Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Kalibombong, Jikun menyebutkan, pengurasan kubangan hanya salah satu langkah awal. Relawan juga melakukan penyisiran di bagian puncak longsoran untuk menelusuri sumber aliran air.

"Dari hasil penyisiran ditemukan aliran air yang langsung masuk ke badan longsoran. Kami berencana membuat saluran pengalihan supaya air hujan tidak masuk ke area tanah bergerak,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: