Banner v.2

Desa Bedana Dorong Ekonomi Berbasis Literasi Lewat Gerakan Laksana Aksara

Desa Bedana Dorong Ekonomi Berbasis Literasi Lewat Gerakan Laksana Aksara

Pegiat Literasi Laksana Aksara saat melakukan serah terima program kolaboratif.-Kades Bedana untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Desa Bedana memilih jalur berbeda dalam mendorong pembangunan ekonomi warganya.

Bukan berangkat dari bantuan fisik atau modal usaha, desa ini justru menempatkan literasi sebagai fondasi utama melalui program kolaboratif Laksana Aksara Bedana.

Gerakan ini dianggap memiliki nilai strategis karena memadukan peningkatan kapasitas SDM dengan arah ekonomi jangka panjang.

Kepala Desa Bedana, Hardiyanto Setiawan, menegaskan bahwa literasi tidak semata kegiatan membaca, tetapi pijakan bagi penguatan karakter dan masa depan ekonomi desa.

BACA JUGA:BPS Banjarnegara Perkuat Literasi Statistik Menjelang Sensus Ekonomi 2026

“Literasi adalah pondasi dalam segala aspek, termasuk dalam ekonomi. Gerakan ini diharapkan mampu menerjemahkan arah ekonomi yang berkelanjutan bagi anak cucu,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa literasi memiliki daya transformasi yang besar karena mampu menghubungkan berbagai aspek kehidupan agar berjalan seimbang. Dari dasar itu, Bedana merumuskan program dengan dua pilar utama yang saling melengkapi.

Pilar pertama adalah Pustaka Bumi Putera Bedana, pusat literasi desa yang berfungsi sebagai ruang membaca, penyedia bahan bacaan, serta tempat belajar berbasis komunitas. Keberadaan pustaka ini diharapkan memastikan seluruh warga memiliki akses terhadap pengetahuan, baik untuk pengembangan diri maupun pengembangan ekonomi lokal.

Pilar kedua adalah Jurnalis Desa, kelompok pemuda yang bertugas mengubah proses literasi menjadi aksi nyata. Mereka mendokumentasikan potensi desa, mempromosikan UMKM, serta menjaga arus informasi publik agar lebih transparan.

BACA JUGA:IPM Rendah dan Literasi Bencana Mendesak, IGI Banjarnegara Diminta Hadirkan Solusi

“Kehadiran Jurnalis Desa menjadi jembatan antara pengetahuan (aksara) dan tindakan (laksana), sejalan dengan visi ekonomi berkelanjutan desa,” kata Hardiyanto.

Program ini terwujud melalui kolaborasi antara Alfuwisdom: Living Literacy dan Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Alfuwisdom membawa kompetensi penerbitan dan pengelolaan literasi komunitas, sementara Dompet Dhuafa menghadirkan pengalaman dalam pemberdayaan ekonomi serta penguatan masyarakat berbasis zakat.

Sinergi dua lembaga itu membuat Laksana Aksara Bedana bukan sebatas kegiatan pembagian buku, tetapi investasi jangka panjang dalam pembentukan budaya literasi.

Warga didorong untuk lebih kritis, produktif, dan mampu memakai pengetahuan sebagai modal mengembangkan potensi lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: