BPBD Banjarnegara Siagakan Relawan dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Hingga Mei 2026
Suasana halaman kantor BPBD Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menetapkan status Siaga Darurat Bencana selama 215 hari, terhitung sejak 29 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 mendatang.
Penetapan ini disusul dengan langkah cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang langsung mengintensifkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di seluruh wilayah rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan bahwa penetapan status siaga tersebut berdasarkan SK Bupati Nomor 300.2/871.
Keputusan ini menjadi dasar bagi BPBD untuk memperkuat langkah strategis dalam mitigasi bencana, baik secara personel maupun peralatan.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Selama 215 Hari
“Sejak status siaga darurat diberlakukan, seluruh tim TRC Penanggulangan Bencana terus meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga tingkat kecamatan,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Menurut Aji, kesiapan personel menjadi prioritas utama. BPBD Banjarnegara telah memperkuat kapasitas relawan dan personel lapangan melalui pelatihan, peningkatan kapabilitas, hingga gladi lapangan untuk menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kami tidak hanya menyiapkan personel, tapi juga melatih relawan agar tanggap terhadap setiap situasi darurat. Mereka dibekali kemampuan teknis dan pemahaman tentang langkah antisipasi bencana,” jelasnya.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, BPBD juga menyiagakan seluruh peralatan dan logistik kebencanaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
BACA JUGA:Banjarnegara Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan Hadapi Bencana, Jadi Contoh di Jawa Tengah
“Kami terus menjalin komunikasi dengan lintas sektoral mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, hingga BPBD Provinsi dan BNPB agar kesiapsiagaan penanggulangan bencana lebih terkoordinasi dan responsif,” tambah Aji.
Upaya pencegahan juga menyasar masyarakat. BPBD gencar melakukan sosialisasi dan imbauan langsung ke wilayah rawan longsor, banjir, dan angin kencang.
Warga diminta lebih waspada, terutama mengingat kondisi cuaca saat ini masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Status siaga darurat bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai bentuk kesiapan bersama. Personel kami siap siaga, tapi kami tetap berharap Banjarnegara dijauhkan dari bencana,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
