Bupati Pringsewu Belajar Olah Singkong Jadi Mocaf ke Banjarnegara
Bupati Pringsewu, Riyanto bersama Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali saat melakukan kunjungan produksi tepung mocaf.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kabupaten Banjarnegara kembali menjadi rujukan daerah lain dalam pengembangan olahan singkong. Kali ini, Bupati Pringsewu, Lampung, Riyanto Pamungkas bersama rombongan melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari produksi tepung mocaf (Modified Cassava Flour).
Riyanto mengatakan, Lampung merupakan salah satu sentra penghasil singkong terbesar di Indonesia. Namun, rendahnya harga di tingkat petani membuat nilai jual hasil panen masih kurang menguntungkan. Karena itu, pihaknya ingin mencari solusi dengan mencontoh sistem yang sudah dikembangkan Banjarnegara.
“Kami ke Banjarnegara ingin mempelajari proses pengolahan singkong menjadi tepung mocaf. Kami ingin mengamati langsung, mencontoh, dan mengadaptasi produksi mocaf yang sudah berjalan di sini agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, jika pengolahan mocaf dapat diterapkan di Pringsewu, nilai tambah dari singkong akan meningkat. Hal ini diharapkan tidak hanya membantu petani mendapatkan harga lebih baik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
BACA JUGA:Tepung Mocaf Desa Bawang Banjarnegara Tembus Pasar Internasional Usai Pameran di Malaysia
Kunjungan dimulai dari Rumah Mocaf Banjarnegara, kemudian rombongan melanjutkan ke Koperasi Merah Putih Desa Bawang, dan terakhir meninjau rumah produksi industri rumahan di Desa Petir.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, yang menerima langsung kunjungan tersebut, menyambut baik langkah Bupati Pringsewu. Menurutnya, kerja sama antardaerah penting untuk mencari solusi atas persoalan masyarakat.
“Mudah-mudahan Banjarnegara dan Pringsewu bisa bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama menghadirkan solusi. Kita punya basis yang hampir sama, terutama pada komoditas singkong. Semoga silaturahmi ini membawa manfaat nyata bagi petani,” kata Wakhid, Rabu (1/10/2025).
Dengan adanya studi banding ini, Banjarnegara berpotensi memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan produk mocaf, sementara Pringsewu diharapkan dapat segera mengadopsi inovasi agar petani singkong tidak lagi hanya bergantung pada harga jual mentah di pasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

