Banner v.2

Santri Keracunan Massal, Dinkes Banjarnegara Temukan Kontaminasi E Coli pada Air Pesantren

Santri Keracunan Massal, Dinkes Banjarnegara Temukan Kontaminasi E Coli pada Air Pesantren

Puskesmas 1 Rakit menjadi tempat perawatan para santri yang keracunan masal.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Modern di Desa Pingit, Kecamatan Rakit, mulai menemukan titik terang. Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banjarnegara menunjukkan air yang dikonsumsi santri positif terkontaminasi bakteri E Coli dan Coliform.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas, menegaskan hasil tersebut memperlihatkan buruknya kondisi sanitasi di lingkungan pesantren.

“Bak penampungan air terbuka ini memungkinkan masuknya kotoran manusia, hewan, sampah plastik, hingga daun-daun kering ke dalam air. Hal ini terbukti dari hasil uji laboratorium di Labkesda,” jelasnya, Jumat (19/9/2025).

Air di pesantren selama ini bersumber dari mata air sekitar satu kilometer dari lokasi, lalu ditampung di bak terbuka. Kondisi ini memperbesar risiko pencemaran. Lebih jauh, dapur pengolahan makanan berada berdekatan dengan septic tank semi permanen, sehingga meningkatkan potensi kontaminasi silang antara air maupun bahan makanan.

BACA JUGA:146 Santri di Banjarnegara Diduga Keracunan, Dinkes Lakukan Investigasi Makanan dan Minuman

“Air baku dan air galon santri positif mengandung bakteri E Coli dan Coliform, indikator jelas adanya kontaminasi tinja manusia,” tegas Latifa.

Meski demikian, penyebab lain belum tertutup kemungkinan. Tim kesehatan sudah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi santri, namun hasil uji masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Untuk mencegah kejadian serupa, DKK Banjarnegara menginstruksikan sejumlah langkah, mulai dari pemberian kaporit pada sumber air, perbaikan sistem perlindungan mata air, penggantian lampu UV instalasi pengolahan air, hingga pengecekan kualitas air minum setiap bulan.

“Kesehatan santri adalah tanggung jawab bersama. Kami harap setiap lembaga pesantren memperketat pengawasan terhadap sumber air dan fasilitas sanitasi,” tambahnya.

Sebelumnya, keracunan massal ini pertama kali terdeteksi pada Senin malam (15/9/2025). Puluhan santri mendatangi Puskesmas 1 Rakit dengan gejala pusing, mual, nyeri perut, hingga muntah. Jumlah korban semula hanya 34 orang, namun terus meningkat hingga 146 santri. Mereka dirawat di Puskesmas 1 Rakit, Puskesmas Mandiraja, Puskesmas Wanadadi, dan RSUD Banjarnegara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: