Dorong Budaya Sadar Bencana, DPRD Banjarnegara Fasilitasi Pembentukan Desa Tangguh di Legoksayem
Anggota Komisi 3 DPRD Banjarnegara, Arif Budi Waluyo bersama BPBD Banjarnegara melakukan kegiatan pembentukan Destana dan Peningkatan kapasitas di Desa Legoksayem, Kecamatan Wanayasa.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - DPRD Banjarnegara melalui pokok pikiran (pokir) turut mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dengan memfasilitasi pembentukan dan pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Legoksayem, Kecamatan Wanayasa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara sebagai mitra pelaksana.
Anggota Komisi 3 DPRD Banjarnegara dari Fraksi PKB, Arif Budi Waluyo, menyebut Desa Legoksayem dipilih karena secara geografis termasuk dalam wilayah rawan bencana, seperti tanah longsor dan pergerakan tanah, yang sering terjadi di wilayah atas Banjarnegara.
“Kegiatannya pembentukan Destana dan pelatihan peningkatan kapasitas di Desa Legoksayem, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Karena 80 persen wilayah Banjarnegara tergolong rawan bencana, terutama di bagian atas,” ujar Arif saat ditemui, Kamis (3/7/2025).
BACA JUGA:Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas, Anggota DPRD Banjarnegara Dorong Desa Dawuhan Siaga Bencana
Ia menambahkan, kegiatan ini tak sekadar pelatihan seremonial, tetapi juga diiringi dengan penyerahan perlengkapan lapangan bagi para relawan Destana. Peralatan seperti seragam lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk identitas dan kesiapan teknis para relawan di lapangan.
“Kami memfasilitasi untuk mendukung program pemerintah juga. Dalam hal ini kita bekerjasama dengan BPBD Banjarnegara. Kami juga menyerahkan perlengkapan berupa seragam lapangan,” jelasnya.
Menurut Arif, pembentukan Destana dan pelatihan semacam ini sangat penting untuk memperkuat budaya sadar bencana di tingkat desa. Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tapi juga bisa membentuk jaringan relawan yang mampu merespons secara cepat dan tepat saat terjadi bencana.
“Harapannya, dengan terbentuknya Destana dan pelatihan peningkatan kapasitas ini, DPRD berharap budaya sadar bencana semakin kuat di tingkat desa, khususnya di titik-titik rawan. Peralatan yang diberikan juga diharapkan langsung bisa dimanfaatkan oleh relawan Destana dalam tugas-tugas penanggulangan darurat di lapangan,” tegasnya.
Sebagai informasi, Desa Tangguh Bencana merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi ancaman bencana.
Banjarnegara sendiri termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi di Jawa Tengah, sehingga inisiatif dari DPRD melalui pokir seperti ini menjadi penting dalam memperluas jangkauan kesiapsiagaan komunitas.
Dengan adanya kegiatan ini, Desa Legoksayem kini memiliki tim relawan tangguh yang telah dibekali dengan pelatihan dasar penanggulangan bencana dan perangkat pendukung untuk operasional di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

