Angka Partisipasi Pendidikan Rendah, ICMI Tekan DPRD Agar Buka Akses Bagi Warga Dewasa
Suasana pertemuan RDP antara ICMI dengan DPRD Banjarnegara membahas peningkatan partisipasi pendidikan.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesi (ICMI) Orda Banjarnegara mengusulkan agar peserta pendidikan kesetaraan usia dewasa mendapatkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan DPRD Banjarnegara di Gedung Dewan, yang turut dihadiri pengurus ICMI dari berbagai bidang, mulai dari kebijakan publik hingga kesehatan masyarakat.
Ketua ICMI Orda Banjarnegara, Mukhlish, menjelaskan bahwa salah satu masalah utama dalam pembangunan sumber daya manusia Banjarnegara adalah masih rendahnya angka partisipasi pendidikan, khususnya untuk warga usia produktif yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
“Banyak warga dewasa di Banjarnegara yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan, tapi terbentur biaya. Kami mengusulkan BOP Kesetaraan juga mencakup peserta usia di atas 24 tahun, terutama untuk Kejar Paket B dan C,” kata Mukhlish, Jumat (5/7/2025).
BACA JUGA:Lulusan Pendidikan Kesetaraan Banjarnegara Capai 1.008 Orang, Termuda 12 Tahun dan Tertua 69 Tahun
Ia juga memaparkan program unggulan ICMI, yaitu Desa Cendekia, yang ditujukan sebagai model pengembangan sumber daya manusia berbasis komunitas. Menurutnya, Desa Mlaya di Kecamatan Punggelan akan dijadikan percontohan pertama, lengkap dengan pelatihan generasi muda dan program literasi digital.
“Kami ingin mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara lewat jalur pendidikan. Kami juga berencana bertemu Bupati untuk membahas lebih jauh skema kolaborasi ini,” lanjutnya.
Usulan ICMI tersebut langsung ditanggapi oleh Ketua DPRD Banjarnegara, Anas Hidayat. Ia menyebut bahwa gagasan itu sangat relevan dan akan dibawa ke dalam forum pembahasan anggaran perubahan pertengahan Juli mendatang.
“Usulan ini sangat penting untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan. Kami akan bahas dalam Rapat Anggaran Perubahan dan kami tindak lanjuti secara serius,” tegas Anas.
Menurut Anas, pemberian BOP untuk peserta dewasa bisa menjadi intervensi kebijakan yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan nonformal di Banjarnegara.(jud)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

