Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka sangatlah penting. Ini akan membantu anak Anda merasa aman dan dapat berbicara tentang apa pun tanpa takut dikritik.
Sangat penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu menelpon anaknya yang sedang duduk di bangku kuliah. Terlebih lagi ketika anak harus pindah jauh dari orang tuanya.
Jika memungkinkan, jangan batasi komunikasi pada komunikasi virtual. Cobalah untuk bertemu langsung sehingga Anda dapat menyelesaikan masalah siswa apa pun.
3. Mempromosikan penerapan gaya hidup sehat
Pentingnya pola makan yang sehat, tidur yang cukup, dan olahraga teratur untuk kesehatan mental secara keseluruhan. Hal ini memang tidak mudah, apalagi jika anak harus hidup sendiri, jauh dari orang tua.
Namun jangan mencoba hanya untuk memarahinya. Sebaliknya, tanyakan kondisi anak Anda, apakah anak Anda mampu makan teratur dan bangun di waktu yang sama setiap pagi, ini akan membantu menstabilkan emosinya.
4. Beri anak ruang untuk mengakui kesalahan
Kesempurnaan bukanlah tujuan yang ingin dicapai. Penting untuk menjelaskan kepada anak Anda bahwa Anda akan mendukungnya apa pun yang terjadi.
Kesalahan adalah bagian kehidupan yang tidak bisa dihindari dan anak Anda dapat belajar darinya. IPK yang sempurna tidak ada gunanya jika mengorbankan kesehatan mental anak Anda.
5. Temui dokter
Semua mahasiswa, terutama yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental, harus mempunyai rencana jika situasinya menjadi rumit dan sulit untuk ditangani.
Untuk mengetahui layanan apa saja yang tersedia, silakan membuat janji temu di pusat kesehatan mental dalam kampus.
Jika anak anda sudah mendapat perawatan dari psikiater atau psikolog, harap pastikan bahwa perawatan ini berlanjut di luar sekolah.
Dengan perencanaan yang matang, anak Anda akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan mental saat dia membutuhkannya. Maka, cara mengatasi masalah kesehatan mental pada mahasiswa di atas, bisa coba diterapkan. (fah)