Benarkah Trauma Masa Kecil Berisiko Terkena Gangguan Mental

Senin 18-03-2024,06:12 WIB
Reporter : Ikhwan Adriansyah
Editor : Bayu Indra Kusuma

BACA JUGA:Tantangan Kesehatan Mental yang Dialami Oleh Gen Z

Mereka mungkin tumbuh di lingkungan yang tidak stabil, di mana pengasuh mereka mungkin menghadapi masalah seperti kecanduan narkoba, penyakit mental, penyakit kronis, bahkan hingga kematian. 

Anak-anak yang dibesarkan dalam kondisi seperti ini seringkali mengembangkan rasa bersalah terhadap situasi keluarga mereka, dan hal ini dapat memengaruhi pola hubungan mereka di masa dewasa.

Kecenderungan untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sehat seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rasa keterikatan emosional yang kuat terhadap pasangan, ketakutan akan kesendirian atau kehilangan.

Individu yang mengalami trauma masa kecil mungkin telah terbiasa dengan dinamika yang tidak sehat dalam hubungan, dan oleh karena itu menganggapnya sebagai sesuatu yang normal atau tidak dapat dihindari.

5. Menyukai Berdebat dan Bertengkar

Salah satu dampak dari trauma masa kecil adalah pada keterampilan komunikasi, di mana individu yang mengalami trauma masa kecil cenderung memiliki pola komunikasi yang kurang produktif dan sehat.

BACA JUGA:Manfaat Mengonsumsi Matcha untuk Kesehatan Mental

BACA JUGA:Asal Tidak Berlebihan, Ternyata Menonton Drama Korea Baik untuk Kesehatan Mental

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan di mana pengasuhnya suka berdebat, cenderung meniru perilaku yang sama ketika mereka dewasa. Maka mereka akan kurang terlatih dalam menghadapi konflik secara konstruktif.

Sebagai hasilnya, individu yang mengalami trauma masa kecil seringkali memiliki kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka mungkin cenderung suka berdebat atau bertengakar yang pada giliranya dapt menhyebabkan gangguan mental. (wan)

Kategori :