Faktor-faktor ekonomi makro seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, permintaan tenaga kerja, dan kebijakan pemerintah juga dapat memengaruhi tingkat pengangguran terselubung. Terkadang, ketidakstabilan ekonomi atau perubahan struktural dalam industri dapat meningkatkan jumlah individu yang mengalami pengangguran terselubung.
BACA JUGA:Hal yang Harus Dilakukan Saat Ekonomi Rumah Tangga Sedang Sulit
BACA JUGA:6 Tanda Kamu Termasuk Golongan Ekonomi Kelas Menengah
4. Diskriminasi dan Ketidaksetaraan
Diskriminasi dalam pasar tenaga kerja, baik berdasarkan gender, ras, agama, atau faktor lainnya, juga dapat menjadi penyebab pengangguran terselubung. Individu yang menghadapi diskriminasi mungkin mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.
Contoh Pengangguran Terselubung
Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat dianggap sebagai pengangguran terselubung:
1. Pekerja yang Underemployed
Ini terjadi ketika seseorang bekerja di bawah kapasitas atau kualifikasinya. Mereka mungkin bekerja paruh waktu, meskipun sebenarnya mencari pekerjaan penuh waktu yang sesuai dengan keterampilan dan pendidikan mereka.
2. Mahasiswa yang Tidak Bekerja
Sebagian mahasiswa mungkin tidak mencari pekerjaan langsung setelah lulus. Meskipun mereka tidak terdaftar sebagai pengangguran, mereka tidak aktif mencari pekerjaan atau memperoleh penghasilan.
3. Orang yang Berhenti Mencari Pekerjaan
Ada juga orang yang telah berhenti mencari pekerjaan karena keputusasaan atau kesulitan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai. Mereka mungkin telah menyerah dan tidak lagi tercatat sebagai pengangguran.
BACA JUGA:Kenapa Tidak Boleh Membahas Masalah Ekonomi di Depan Anak? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Tips Mengatur Keuangan bagi Freelancer agar Keuangan Tetap Stabil
4. Pekerja Rumahan yang Tidak Terdaftar