Mengenal Greenflation pada Ekonomi Hijau

Rabu 24-01-2024,00:30 WIB
Reporter : Ikhwan Adriansyah
Editor : Ikhwan Adriansyah

1. Climateflation

"Climateflation" timbul dari biaya langsung perubahan iklim, termasuk bencana alam dan cuaca ekstrem yang semakin meningkat. Contoh nyata adalah kekeringan ekstrem yang memicu kenaikan tajam harga pangan, memberikan gambaran jelas tentang dampak ekonomi dari perubahan iklim.

2. Fossilflation

"Fossilflation" mencerminkan dampak ketergantungan jangka panjang pada sumber energi fosil, terutama melibatkan kenaikan harga minyak dan gas. Ini mencirikan biaya warisan dari ketergantungan pada bahan bakar fosil yang belum mengalami penurunan selama beberapa dekade terakhir.

3. Greenflation

"Greenflation" melibatkan biaya dari transisi ke teknologi hijau untuk mencapai keberlanjutan. Peningkatan permintaan untuk logam dan mineral yang dibutuhkan untuk energi terbarukan juga dapat menyebabkan kenaikan harga karena keterbatasan pasokan.

Ketiga konsep ini, Climateflation, Fossilflation, dan Greenflation, menciptakan tekanan inflasi yang berkelanjutan dalam perjalanan menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Hubungan erat antara ketiganya menjadi elemen kunci dalam pemahaman dampak ekonomi dari perubahan ke arah teknologi dan praktik yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA:Strategi Belajar Ekonomi yang Asik

BACA JUGA:Tak Hanya Korban Jiwa, Inilah Dampak Perang terhadap Ekonomi Dunia

Strategi Mengatasi Greenflation

Menghadapi dampak greenflation, negara dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengelola dan mengurangi efeknya. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diimplementasikan:

1. Investasi dalam Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hijau

Fokus pada dukungan penelitian dan pengembangan teknologi hijau merupakan langkah kunci. Meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi melalui inovasi dapat menjadi solusi jangka panjang. Contoh positif adalah Singapura yang meningkatkan penggunaan panel surya.

2. Adopsi Kebijakan Iklim yang Agresif

Pemerintah perlu menerapkan kebijakan iklim yang agresif sebagai bagian dari upaya mencapai target emisi. Salah satu langkah efektif adalah penerapan pajak karbon. Dengan menetapkan tarif pajak karbon yang substansial, pemerintah dapat mendorong perusahaan beralih ke praktik berkelanjutan dan merangsang inovasi dalam teknologi hijau.

Kategori :

Terkait

Selasa 11-02-2025,07:33 WIB

Kebumen Dapat Program Solusi Dari GIZ