4. Memahamkan Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Saat anak mulai memahami lingkungannya, penting bagi Ibu untuk memberikan pemahaman tentang perilaku yang diterima dan tidak diterima. Jika anak melempar mainan, Ibu dapat memberikan pemahaman dengan lembut.
Misalnya, Ibu bisa mengatakan bahwa melempar mainan bukan tindakan yang baik. Kemudian, Ibu dapat mengajak anak untuk mengembalikan mainan tersebut ke tempatnya. Penting untuk menggunakan bahasa yang ramah dan mudah dimengerti oleh anak.
BACA JUGA:Mengenal Permissive Parenting dan Dampaknya Bagi Anak
BACA JUGA:Tipe-Tipe Parenting Serta Pengaruhnya Pada Anak
Selain melarang, Ibu dapat memberikan alasan positif mengapa suatu perilaku tidak diinginkan. Contohnya, Ibu bisa menjelaskan bahwa melempar mainan dapat membuat mainan rusak atau menyakiti orang lain. Dengan memberikan alasan, anak dapat lebih memahami konsekuensi dari tindakan tersebut.
Setelah memberikan pemahaman, Ibu dapat mengajak anak untuk berpartisipasi dalam merapikan mainan yang dilempar. Hal ini tidak hanya mengajarkan tanggung jawab tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan kognitif dan motorik.
Penting untuk menggunakan bahasa yang ramah dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Menggunakan kata-kata sederhana dan ekspresi wajah yang mendukung membantu mereka merespons dengan lebih baik.
5. Melatih Kemandirian Anak
Mengajarkan anak untuk menggunakan sendok dan minum sendiri, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta belajar menyikat gigi adalah langkah awal menuju kemandirian. Aktivitas-aktivitas ini membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik halus dan kebiasaan positif.
BACA JUGA:9 Tips Parenting Mendukung Perkembangan Anak Tunagrahita
BACA JUGA:Mengenal Parenting Authoritarian dan Dampaknya Bagi Anak
Melibatkan anak dalam proses melepas pakaian, sepatu, dan kaos kaki, serta menempatkan baju kotor di keranjang dan sepatu di tempatnya, adalah cara yang efektif untuk mengembangkan kemandirian. Ini juga membantu dalam pengembangan keterampilan koordinasi dan tanggung jawab.
Meskipun anak sedang belajar mandiri, penting untuk tetap mendampingi dan memberikan bantuan jika diperlukan. Ini membantu mereka merasa aman dan percaya diri dalam mengatasi kesulitan.
Pada usia ini, anak mulai memahami konsep perpisahan sementara. Mengajarkannya bahwa orang tua akan kembali meskipun pergi sebentar, serta memberikan penjelasan bahwa mereka selalu ada, dapat memberikan rasa nyaman dan keamanan.
Memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan memberikan waktu untuk berbicara dapat membantu anak memahami perpisahan sementara. Jelaskan bahwa Ibu atau Ayah akan kembali, sehingga mereka dapat merasa aman dan tenang. (wan)