Perjalanan sejarah kemudian membawa perubahan dalam penetapan tanggal tahun baru. Pemimpin Kristen di Abad Pertengahan menggeser tanggal perayaan tahun baru ke tanggal lain, seperti 25 Desember dan 25 Maret. Namun, pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memulihkan tanggal 1 Januari sebagai hari penanda tahun baru.
Meskipun demikian, penggunaan kalender Gregorian oleh negara-negara Protestan, Ortodoks, Inggris Raya, dan beberapa koloni Amerika terjadi secara bertahap. Bahkan, Inggris Raya dan beberapa koloninya baru mengadopsi kalender Gregorian pada tahun 1752.
BACA JUGA:Merayakan Tahun Baru dengan Ide Kreatif Bersama Teman
BACA JUGA:Rekomendasi Makanan di Tahun Baru 2024 Dijamin Enak
Perayaan Tahun Baru Bangsa Babilonia dan Cina
Sebelum penetapan 1 Januari sebagai awal tahun baru oleh Julius Caesar, berbagai perayaan tahun baru telah eksis dalam sejarah, dengan penentuan tanggalnya terkait dengan peristiwa signifikan dalam masing-masing wilayah.
Perayaan tahun baru tertua tercatat berasal dari masyarakat Babilonia. Perayaan ini, yang dikenal sebagai Akitu, diadakan selama 11 hari dan diatur berdasarkan terjadinya vernal equinox.
Akitu bertujuan untuk merayakan kemenangan dewa langit Babilonia, Marduk, atas dewi laut yang menakutkan, Tiamat. Festival ini juga menjadi momen untuk pelantikan raja atau penguasa baru dalam masyarakat Babilonia.
Sementara itu, warga Cina memiliki perayaan tahun baru mereka sendiri, yang dikenal sebagai Imlek atau Lunar New Year. Imlek telah diperingati selama lebih dari 3.500 tahun, dimulai pada masa Dinasti Han. Pada saat itu, masyarakat Cina melaksanakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur yang telah meninggal.
BACA JUGA:Destinasi Wisata Malam Tahun Baru di Purwokerto
BACA JUGA:Pilihan Ide Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga di Indonesia
Berkenaan dengan Tahun Baru Imlek, SKB Tiga Menteri Nomor 855 Tahun 2023 menetapkan bahwa di tahun 2024, warga Cina akan merayakan Tahun Baru Imlek yang ke-2575. Tanggal pastinya adalah 10 Februari 2024, yang diakui sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Sejarah perayaan tahun baru di Babilonia dan Cina adalah bagian tak terpisahkan dari warisan kultural mereka yang kaya. Ritual, festival, dan upacara yang dilaksanakan menjadi bukti jelas dari hubungan erat antara perayaan tahun baru dengan aspek spiritual, keagamaan, dan sosial dalam masyarakat kuno.
Melalui perayaan ini, masyarakat kuno mengabadikan tradisi dan keyakinan yang mewarnai cara mereka memandang pergantian tahun serta pentingnya memperingati peristiwa penting dalam sejarah dan mitologi mereka. (wan)