3. Keadaan Bawaan Sejak Lahir
Dalam situasi tertentu, wajah tidak simetris dapat terjadi karena kondisi bawaan sejak lahir, seperti mikrosomia kraniofasial dan kelumpuhan saraf wajah yang bersifat bawaan.
BACA JUGA:Inilah Skincare Alami Wajah yang Bisa Kamu Pakai Sehari-hari
BACA JUGA:Cara Eksfoliasi Wajah Secara Alami yang Bikin Kulit Kamu Makin Sehat
Pada kasus mikrosomia kraniofasial, sebagian wajah tidak mengalami perkembangan penuh selama fase pertumbuhan janin. Gejala ini bisa terlihat dari perbedaan bentuk telinga atau dagu yang tidak simetris sejak saat lahir.
Sementara itu, kelumpuhan saraf wajah yang bawaan bisa disebabkan oleh trauma saat melahirkan atau masalah perkembangan. Penderita kondisi ini mungkin mengalami kesulitan dalam mengangkat alis, menutup mata, atau tersenyum di satu sisi wajah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetris.
4. Kerusakan Kulit Akibat Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar matahari yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan memicu pembentukan keriput, terutama jika jarang menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Dampak kerusakan kulit akibat sinar matahari ini seringkali tidak merata di seluruh wajah, terutama jika salah satu sisi wajah sering terpapar sinar matahari, misalnya saat mengemudi sepanjang hari.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah! Ini Cara Reapply Sunscreen yang Benar
BACA JUGA:Inilah Alasan Pentingnya Penggunaan Sunscreen Saat Beraktivitas Sehari-Hari
Seiring dengan proses penuaan, kerusakan kulit wajah akibat paparan sinar matahari dapat menyebabkan wajah tidak simetris, yang dapat terlihat secara visual.
5. Ekstraksi Gigi