Seringkali, kenangan traumatis muncul kembali melalui mimpi buruk atau situasi yang menyerupai kejadian tersebut. Sebagai contoh, mendengar berita tentang kecelakaan lalu lintas dapat memicu ingatan tentang kecelakaan serius yang pernah dialami.
BACA JUGA:Ini Risiko Konsumsi Gula Berlebih, Bisa Sebabkan Diabetes Hingga Masalah Mental
BACA JUGA:Tips Agar Keluarga Kamu Sehat Mental!
Dalam menerapkan salah satu cara menghilangkan trauma ini, penting untuk menjauhi informasi yang berkaitan dengan peristiwa traumatis dan menyadari bahwa reaksi terhadap berita tersebut adalah respons yang wajar. Selanjutnya, mencoba untuk meredakan diri secara perlahan.
Jika merasa tidak nyaman dengan hal-hal yang dapat memicu kembali kenangan traumatis, mencoba mengalihkan perhatian dengan kegiatan positif seperti mengejar hobi, menonton film, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.
4. Menghadapi Ketakutan
Cara menghilangkan trauma yang keempat ini meskipun tidak mudah, melibatkan mengingat kembali kejadian traumatis dan berusaha mengatasi rasa takut yang menyertainya. Pendekatan ini dapat membantu mengendalikan perasaan secara bertahap. Upaya untuk berdamai dengan pengalaman traumatis adalah langkah menuju pemulihan dan mengembalikan kualitas hidup.
Namun, penting diingat bahwa langkah-langkah ini sebaiknya diambil ketika Anda merasa siap. Untuk memulainya, disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog atau psikiater.
BACA JUGA:Tips Agar Keluarga Kamu Sehat Mental!
BACA JUGA:Mendidik Anak Memiliki Mental Kuat? Berikut Merupakan Tipsnya
5. Mengidentifikasi Trauma yang Membutuhkan Perhatian Serius
Seiring berlalunya waktu, rasa takut yang timbul akibat pengalaman traumatis umumnya dapat mereda secara alami. Akan tetapi, ada beberapa individu yang terus menerus mengalami trauma, menyebabkan tingkat stres dan ketakutan yang berlebihan. Kondisi trauma seperti ini dikenal sebagai PTSD (post-traumatic stress disorder).
Penanganan PTSD memerlukan bimbingan langsung dari seorang psikiater melalui sesi psikoterapi. Psikiater akan membantu individu yang mengalami PTSD untuk memahami, mengelola, dan mengembangkan pendekatan khusus guna mengatasi trauma.
Selain itu, penggunaan antidepresan dan obat penenang mungkin juga diperlukan jika penderita PTSD mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Penderita juga dapat memperoleh pembelajaran teknik khusus untuk mengurangi tingkat stres yang timbul akibat trauma, seperti melalui terapi EFT (Emotional Freedom Techniques).