Beberapa Perusahaan Handphone yang Bangkrut

Jumat 24-11-2023,23:33 WIB
Reporter : Fahma Ardiana
Editor : Bayu Indra Kusuma

RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Bagaimana bisa perusahaan smartphone yang besar kini menjadi bangkrut? apa karena kurangnya inovasi? Mari kita simak bersama-sama ulasan berikut mengenai beberapa perusahaan atau brand smartphone yang sudah bangkrut!

1. Ericsson

Sempat berjaya pada 1990an silam, Ericsson kini telah resmi menutup bisnisnya. Semua bermula di tahun 1998, pada saat itu Ericsson menghadapi masalah dalam proses pengembangan ponsel model Ericcsson T28.

Akibat masalah tersebut, waktu peluncuran ponsel yang awalnya direncanakan pada momen Natal tahun 1998 molor sampai akhir tahun 1999. Tanggal rilis Ericsson T28 juga terpaksa harus kembali ditunda akibat kebakaran yang melanda pabrik Philips yang berlokasi di Albuquerque, New Mexico.

Akibat dari insiden ini, sebanyak tujuh juta unit ponsel akhirnya gagal diproduksi. Pada tahun 2000, Ericsson kemudian kembali meluncurkan satu buah ponsel baru bernama Ericsson R380 yang merupakan ponsel Ericsson pertama dengan sistem operasi Symbian namun debut ponsel tersebut rupanya tidak berhasil mendongkrak pasar.

hBACA JUGA:Deretan HP Termahal di Dunia, Ada yang Mencapai Miliaran !

BACA JUGA:Ulefone Power Armor 18T yang Dinobatkan Jadi HP Terkuat di Dunia

2. Sony Ericsson

Sony Ericsson merupakan sebuah brand hasil kerja sama antara Sony dan Ericsson sejak 1 Oktober 2001 silam. Namun, perusahaan bagi hasil tersebut mulai menghadapi kerugian di tahun 2002 dan 2003 karena perusahaan tidak dapat menghadapi vendor kompetitor lainnya.

Sony Eriscsson dinilai gagal memenuhi kebutuhan konsumen karena kurang berinovasi ldalam membuat produk bikinan mereka.

3. Siemens

Siemens merupakan perusahaan manufaktur hp yang didirikan pada tahun 1985. Awal kejatuhan Siemens terjadi pada tahun 2005 dimana perusahaan memiliki beban kerugian mencapai 500 juta Euro atau saat itu sekitar 613 juta dollar AS.

Siemens mengalami penurunan pasar sepanjang tahun 2004 yang salah satu penyebabnya adalah kerusakan software yang terjadi pada model ponsel terbaru besutannya. Tidak mau terus merugi, Siemens memutuskan untuk menjual divisi ponselnya kepada BenQ. 

Diketahui Benq mengeluarkan dana sebesar 350 juta Euro dalam proses akuisisi tersebut dengan benefit kendali atas penggunaan merk dagang Siemens selama lima tahun berikutnya. Selain itu, sebanyak enam ribu karyawan Siemens juga bekerja sepenuhnya di bawah BenQ.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Terbaik untuk Nonton Konser, Zoom Jauh Tetap Jernih Hingga ke Pori-Pori

Kategori :

Terkait