Belajar Otodidak, Dua Remaja Banjarnegara Masuk Program Keamanan NASA
Dua remaja Banjarnegara menemukan celah keamanan lembaga Antariksa AS.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
Kisah Lindan dan Vanda Siswa SMKN 1 Susukan
DARI kamar sederhana di pelosok Kecamatan Susukan, dua remaja Banjarnegara, Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto, berhasil menembus situs milik NASA yang dijaga berlapis.
Mereka bukan mahasiswa teknologi dari kota besar, bukan pula programmer profesional. Kedua remaja itu masih duduk di kelas XI SMK Negeri 1 Susukan.
PUJUD ANDRIASTANTO, Banjarnegara
Nama keduanya masuk dalam program Vulnerability Disclosure Program NASA setelah menemukan celah keamanan di situs lembaga antariksa Amerika Serikat itu. Sebagai pengakuan, keduanya menerima Letter of Appreciation dari NASA.
“Saya tertarik dengan penetration testing dan bug bounty. Awalnya belajar sendiri dari YouTube, Google, baca laporan hacker etis,” kata Lindan.
BACA JUGA:Rizky Mieko Wakili Indonesia di Belgium Open Pencak Silat 2026
Tak ada laboratorium canggih. Tak ada mentor khusus. Mereka belajar otodidak sejak 2021, mengandalkan internet dan jam-jam panjang di depan layar.
Salah satu teknik yang mereka gunakan adalah Google Dorking metode pencarian lanjutan untuk menemukan data yang seharusnya tak terekspos publik.
“Kami tidak membobol password. Tidak masuk dashboard admin. Hanya pakai kata kunci tertentu dan menemukan file sensitif yang seharusnya tidak terbuka,” ujar Lindan.
Bagi orang awam, itu terdengar seperti peretasan. Tapi Vanda menegaskan yang mereka lakukan justru bagian dari jalur resmi yang diakui secara global.
BACA JUGA:Inovasi Bantarsoka Ubah Lahan Tidur Jadi Cuan, Fasilitasi Warga Mandiri Ekonomi Dari Warung Kopi
“Ada wadahnya, namanya Bugcrowd. Banyak perusahaan mendaftarkan sistemnya untuk diuji. Kalau temuan valid, kita diberi apresiasi. Di NASA, kami dapat sertifikat,” kata Vanda.
Mereka menyebut diri bukan peretas, melainkan penetration tester orang yang mencari celah sebelum dimanfaatkan pihak jahat.
Prestasi dua remaja desa ini ikut mencuri perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyebut pencapaian itu membuktikan talenta digital bisa lahir dari mana saja.
“Ini membanggakan. Dengan sarana sederhana, anak-anak Banjarnegara bisa menjadi petarung di bidang IT,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


