390 Hektar Lahan di Dua Kecamatan Ini Terancam Kekeringan

Selasa 23-05-2023,14:23 WIB
Reporter : Amarullah Nur Cahyo
Editor : Indri Agustina

PURBALINGGA,RADARBANYUMAS.CO.ID- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau  akan terjadi mulai pertengahan Juni. Kondisi ini menyebabkan kurang lebih 390 hektar lahan sawah di dua kecamatan mengalami kekurangan air irigasi.

"Tidak semua desa di dua kecamatan it. Masing- masing di Kecamatan Kemangkon ada 300 hektar dari luasan lahan sawah 2.200 hektar (13 persen). Lalu di Kecamatan Kaligondang ada di Desa Penolih, Cilapar dan Tejasari total 90 hektar," rinci Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam, Selasa 23 Mei 2023.

Langkah antisipasi yang sudah disiapkan adalah sosialisasi penghematan pemakaian air irigasi untuk pertanian, pemeliharaan jaringan irigasi untuk meminimalisir kebocoran air irigasi.

Kemudian  penyiapan bantuan pompanisasi berupa pinjaman pompa dari Brigade Alsintan Dinas Pertanian) dan batuan BBM untuk pompanisasi.

"Kalau menyebabkan gagal panen relatif. Tergantung saat kekeringan usia tanaman padi sudah berapa bulan. Jika masih muda, rawan rusak. Kita lihat nanti dengan bantuan penyuluh lapangan pertanian yang ada," tambahnya.

Untuk diketahui, A wal musim kemarau tahun 2023 paling akhir terjadi pada bulan Juni Dasarian II (pertengahan Juni 2023,red). Diantaranya melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Purbalingga. Umumnya diprakirakan sama dan maju (lebih cepat) satu dasarian dari normalnya.

"Kami berharap kemarau tidak berlangsung lama, karena akan berpengaruh besar terhadap berbagai sektor, tidak hanya pertanian," tegasnya. (amr)

Kategori :