GANTI BAJU : Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) melebur ke Partai Kedaulatan Rakyat (PKR).
JAKARTA – Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) melebur ke Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). Hal ini disepakati usai menggelar kongres yang dihadiri ribuan kader dari 34 provinsi di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (12/6).
Mantan Ketua Umum PKNU yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan PKR, Choirul Anam mengatakan, kesepakatan dua partai melebur menjadi satu tercetus setelah kedua belah pihak memiliki visi dan misi yang sama.
“PKR memiliki arti Partai Kedaulatan Rakyat. Dan saya melihat visi dan misi jelas sekali hampir sama dengan PKNU. Kesejahteraan rakyat harus diwujudkan dan PKR harus maju bersama anggotanya,” kata Choirul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6).
Choirul mengungkapkan, keputusan untuk maju pada Pemilu 2024 bersama PKR setelah sebelumnya menyelenggarakan muktamar. Pergantian nama partai dan perubahan AD/ART.
Hal ini menurutnya merupakan salah satu cara menguatkan konsolidasi kader menjelang Pemilu 2024.
“Sekarang PKNU mengubah, baik itu nama, ADRT maupun personelnya. Karena dulu sering disebut partai kebangkitan NU. Jadi harus diubah, bukan partai NU. Karena di NU sendiri tidak mau berpolitik praktis,” ujar Choirul.
Sementara itu, Ketua Umum PKR Tuntas Subagyo mengatakan, pihaknya tidak hanya ingin meramaikan Pemilu. Melainkan juga ingin terlibat dan berlaga pada Pemilu 2024.
“Maka dari itu, kami susun strategi untuk menatap pemilu tersebut,” ucap Tuntas.
https://radarbanyumas.co.id/wacana-pkb-koalisi-dengan-pks-diklaim-sebagai-solusi-polarisasi-umat/
Tuntas juga menyebutkan, PKR merupakan jelmaan yang lahir setelah PKNU sepakat mengubah nama partainya menjadi PKR. Kesepakatan itu terjadi setelah kedua belah pihak menjalin komunikasi intens yang pada akhirnya memiliki visi dan misi yang sama.
“Tim kami sudah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia hanya dengan waktu 6 bulan. Bersama PKNU yang sepakat berubah menjadi PKR, kami yakin akan mampu berlaga pada Pemilu 2024,” pungkas Tuntas. (jpc)