Data Penduduk Khilafatul Muslimin Capai Puluhan Ribu

Senin 13-06-2022,14:21 WIB

DITANGKAP : Pimpinan Organisasi Masyarakat Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. (ISTIMEWA) JAKARTA – Polda Metro Jaya mengatakan, organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin mempunyai pengikut atau data penduduk mencapai puluhan ribu orang se-Indonesia. Bukti ini ditemukan pihak aparat, usai melakukan penggeledahan di Bandar Lampung, Lampung, pada Sabtu (11/6). “Kita temukan juga di situ data penduduk Khilafatul Muslimin se-Indonesia yang sampai dengan sore hari ini, sudah kita temukan berjumlah mencapai puluhan ribu,” kata Kabid Humas Polda Metrojaya Endra Zulpan, Minggu (12/6). Selain itu, ditemukan pula beberapa barang bukti di antaranya brankas besi sebanyak empat unit yang berisi uang tunai yang berjumlah lebih dari Rp2,3 miliar. Serta catatan pembukuan keuangan milik organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin dalam penggeledahan tersebut. Atas berbagai penemuan bukti tersebut, penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan terkait penemuan barang bukti uang tunai tersebut. “Itu kan nanti kita dalami dulu, yang jelas itu ditemukan di brankas di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin dan itu adalah dana daripada ormas ini,” kata Zulpan. Sebelumnya, Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja. https://radarbanyumas.co.id/dana-khilafatul-muslimin-dari-kotak-amal/ Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan membenarkan perihal penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja di daerah Lampung tersebut. DITANGKAP : Pimpinan Organisasi Masyarakat Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. (ISTIMEWA) ”Ya betul Polda Metro Jaya menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin atas nama Abdul Qadir Baraja,” kata Endra Zulpan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, ada beberapa pasal yang disangkakan terhadap Khilafatul Muslimin. Di antaranya Undang-Undang Organisasi Masyarakat, UU ITE, penyebaran berita hoaks yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. ”Mereka (Khilafatul Muslimin) memiliki koneksi jaringan memang pusatnya di Lampung. Pelaku di Lampung sudah beberapa kali lakukan pelanggaran pidana terorisme, terakhir pelanggaran protokol kesehatan ketika PPKM diberlakukan,” ujar Dedi. Selain Lampung, penindakan juga dilakukan di Polres Brebes, Jawa Tengah. Menurut Dedi, ada keterkaitan penegakan hukum di Lampung dan Polres Brebes, Jawa Tengah. (jpc)

Tags :
Kategori :

Terkait