JAKARTA- Pidato mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut kata kontroversial "Lebaran Kuda" menuai kecaman. Kemarin Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) melaporkan SBY ke Mabes Polri karena pernyataan lebaran kuda dinilai berupaya menghasut. Koordinator Forum Silaturahmi Alumni HMI Mustaghfirien menuturkan, pada 2 November SBY berpidato terkait unjuk rasa yang akan dilakukan pada 4 November. Memang kesannya cinta damai dan menolak kerusuhan, namun setelah didalami terdapat pernyataan yang mengandung hasutan dan penyebaran kebencian. ”Kalimatnya, sampai lebaran kuda, pendemo tetap demonstrasi kalau Ahok tidak diadili," ujarnya. Padahal, lanjutnya, negara ini merupakan negara hukum. Setiap tindakan yang diduga pidana, tentunya harus melalui jalur hukum. "Kalau proses hukum dari tersangka dan di pengadilan, harusnya begitu," ungkapnya. Apalagi, dalam pidato itu SBY menyebut bahwa 200 juta masyarakat Indonesia jangan sampai tersandera hanya karena satu orang. Tentunya, satu orang tersebut mengarah pada Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Pernyataan ini cenderung politis dan menguntungkan pihak tertentu," jelasnya. Dia menyebutkan, bisa dibilang tindakan anarkis yang terjadi saat demonstrasi itu terjadi karena hasutan SBY tersebut. Makanya, diharapkan kepolisian bisa untuk mengusutnya. "Laporan sudah diterima," jelasnya. Bukankah yang anarkis adalah HMI? Sekretaris Forum Silaturahmi Alumni HMI Adhel Setiawan menjelaskan, HMI tidak mungkin anarkis tanpa adanya provokasi. Hal tersebut kemudian diperkuat pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut adanya aktor yang menunggangi demonstrasi tersebut. "Kami menilai ada sengkuni dalam aksi kemarin," ujarnya. Selain SBY, dia menduga ada beberapa aktor politik lain yang bermain. Diantaranya, Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Tentunya, semua itu juga perlu diusut. "Mereka sudah dilaporkan, kami hanya melengkapi," paparnya. Dalam laporan itu, HMI menyerahkan sejumlah bukti. Diantaranya, rekaman video pidato mantan Presiden SBY dan sejumlah dokumen. Mereka berharap dugaan penghasutan itu bisa dibuktikan. (idr)
SBY Dipolisikan Soal Lebaran Kuda
Jumat 11-11-2016,09:57 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 21-10-2026,12:55 WIB
Siap Sukseskan Program Pemerintah, Perajin Genteng Sokka Terkendala Stok
Rabu 21-10-2026,06:46 WIB
Berawal dari Jualan Keliling, Kayah Raup Omzet Rp50 Juta dari Usaha Kerupuk
Rabu 21-10-2026,12:42 WIB
1.000 Porsi Soto Tamanwinangun Dibagikan Gratis
Rabu 21-10-2026,15:41 WIB
Cegah Fraud Klaim BPJS Kesehatan, Tim PK JKN Purbalingga Catat Dua Temuan pada 2025–2026
Terkini
Rabu 21-10-2026,20:07 WIB
Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah
Rabu 21-10-2026,18:58 WIB
KPU Banyumas Buka Ruang Kritik Publik, Lima Layanan Dievaluasi untuk Tingkatkan Kualitas
Rabu 21-10-2026,18:55 WIB
Rumah Lansia di Karanglewas Banyumas Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Aktivitas Bakar Sampah
Rabu 21-10-2026,18:42 WIB
Wisuda Keempat Unperba Purbalingga, 11 dari 70 Lulusan Berprestasi
Rabu 21-10-2026,17:25 WIB