Siap Sukseskan Program Pemerintah, Perajin Genteng Sokka Terkendala Stok
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani saat persiapan program Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah bersama para perajin genteng sokka, kemarin (20/10/2026)-IMAM/EKSPRES-
KEBUMEN,RADARBANYUMAS.CO,ID, - Perajin Genteng Sokka di Kebumen mengaku siap menyukseskan Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Namun, di saat yang sama, mereka juga menyampaikan jika saat ini stok genteng siap jual di sejumlah produsen disebut hampir habis.
BACA JUGA:1.000 Porsi Soto Tamanwinangun Dibagikan Gratis
"Stok genteng siap jual di sejumlah produsen disebut hampir habis karena produksi telah dipesan untuk kebutuhan rutin, termasuk revitalisasi sekolah," kata perwakilan industri kecil dan menengah (IKM) genteng di Sruweng, Yuda, pada kegiatan persiapan program Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, kemarin (20/10/2026).
Kebumen ditunjuk sebagai lokasi peluncuran program yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut. Program ini juga diarahkan untuk mendukung perbaikan hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Peluang permintaan genteng berkaitan dengan peningkatan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kebumen, dari 190 unit rumah pada 2025 menjadi 889 unit pada 2026. Jawa Tengah secara keseluruhan mendapat alokasi 35.000 unit.
Yuda mengatakan stok genteng matang hampir tidak tersedia karena sebagian besar produksi sudah dipesan. Menurutnya, perajin membutuhkan kepastian harga, jumlah pesanan, dan mekanisme pembayaran agar dapat menyiapkan modal serta meningkatkan produksi.
Di kesempatan yang sama, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan Kebumen ditunjuk sebagai lokasi peluncuran Gerakan Gentengisasi Jawa Tengah yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut.
BACA JUGA:Mahasiswa Banyumas Geruduk Kantor Bupati, Dua Tahun Prabowo-Gibran Ditagih
Bupati berharap, program tersebut membuka peluang penjualan bagi produsen lokal tanpa mengabaikan dampak lingkungan.
“Kami berharap Genteng Sokka dapat terserap optimal dalam program ini untuk melindungi lapangan kerja lokal. Di sisi lain, aspek pemulihan lingkungan akibat penambangan bahan baku juga harus tetap dijaga secara berkelanjutan,” ujar Lilis, Senin (19/10/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

