BANYUMAS-Peternak magot di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sumpiuh Suroso mengaku pasrah. Menyusul cuaca ekstrem di September ini.
Di depan gedung TPST adalah Sungai Angin. Sungai yang setiap tahunnya langganan banjir dan meluap.
BACA JUGA:Peternak Magot TPST Sumpiuh Kembali Bangkit Pasca Banjir
"Cuaca tidak tentu, pasrah. Walaupun misalnya ronda, ketika banjir magot tidak dapat diselamatkan," ujar Suroso, Selasa (13/9).
Di TPST Sumpiuh terdapat sebanyak 40 biopond media budidaya magot. Cuaca tidak tentu membuat peternak khawatir. Sebab, hingga kini belum memiliki cara untuk antisipasi menyelamatkan magot ketika terjadi banjir. (fij)