Banner v.2

"Kelas Geologi" di Lorong Air Terjun Goa Barat Kebumen

Wisatawan tengah menikmati pengalaman menelusuri Goa Barat Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah.--

KEBUMEN - Tidak hanya menyajikan sensasi petualangan, Goa Barat di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, kini naik daun sebagai destinasi wisata edukasi bebatuan.

Di perut bumi tersebut banyak sekali air terjun. Tak berlebihan jika Goa Barat menjadi salah satu goa terindah di Jawa Tengah. Karena formasi stalaktit dan stalagmitnya yang luar biasa.  

Ketua Pengelola Goa Barat, Indrajati, menyebut kunjungan ke Goa Barat bukan sekadar susur goa. Pengunjung diajak membaca alam.

"Di sini mereka bisa melihat langsung proses pembentukan batuan karst, air terjun bawah tanah, sampai sungai jernih yang mengalir di kedalaman goa. Ini laboratorium alam raksasa,” ujarnya.

Setiap wisatawan wajib didampingi pemandu berpengalaman dan memakai perlengkapan lengkap. Seperti helm berlampu, pelampung, sepatu khusus caving. Pemandu akan menjelaskan proses jutaan tahun terbentuknya ornamen goa.  .  

Goa Barat berlokasi di Desa Jatijajar, sekitar 32 kilometer dari pusat kota Kebumen atau 19 km dari Alun-alun Gombong. Jam operasional pukul 06.00–17.00 WIB setiap hari. 

Fasilitas tersedia cukup lengkap: area parkir, pusat informasi, kamar mandi, ruang ganti, hingga warung wisata. Indrajati menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Geopark Kebumen untuk menjaga kelestarian goa sekaligus meningkatkan standar edukasi.  

“Harapannya Goa Barat bisa jadi pintu masuk masyarakat mengenal Geopark Kebumen. Wisata jalan, ilmu dapat,”  ungkap Indrajati.

Pihaknya berharap baik dari pemerintah desa, pemerintah daerah dan dinas terkait adanya bantuan pendanaan untuk memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan potensi wisata Goa Barat.

"Kami juga mengharapkan adanya investor yang berkenan untuk bekerja sama dengan kami," ucapnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: