PURWOKERTO- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan beberapa upaya pengendalian inflasi secara sinergis. Di antaranya melalui pelaksanaan operasi pasar cabai merah, penjajakan Kerjasama antar Daerah (KAD) komoditas bawang merah, serta pelaksanaan rapat koordinasi TPID untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran disribusi, dan keterjangkauan harga.
Deflasi pada Agusutus terutama bersumber dari penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar -0,58 persen (mtm). Dilihat dari komoditasnya, yang menjadi penyumbang deflasi terbesar pada periode ini adalah komoditas bawang merah, minyak goreng, cabai merah dan cabai rawit.
"Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang tercatat mengalami inflasi, yaitu tarif air minum PAM, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan buah naga," papar Rony.
Dengan perkembangan tersebut, secara tahun kalender inflasi Purwokerto tercatat sebesar 4,41 persen year to day (ytd), dan secara tahunan sebesar 5,84 persen year on year (yoy). Capaian inflasi tahunan tersebut, lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi Agustus 2019 sampai 2021, sebesar 1,82 persen (yoy). (ely)